Padang

Perkembangan IPTEK Indonesia Tertinggal Dibanding India, Ini Penyebabnya

Kepada mahasiswa Unand yang akan mengikui KKN 2018, Moeldoko pun berpesan agar mahasiswa bisa menjadi leader membaca

Perkembangan IPTEK Indonesia Tertinggal Dibanding India, Ini Penyebabnya
riki
Moeldoko 

Laporan Kontributor tribunpadang.com, Riki Suardi

TRIBUNPADANG.COM, PEKANBARU-  Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal (Purn) Moeldoko menyebut bahwa salah satu yang menyebabkan lambatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di Indonesia didasari oleh lemahnya semangat membaca.

Menurutnya, tingkat aktifitas membaca masyarakat Indonesia kalah jauh dibandingkan dengan warga India.

Masyarakat Indonesia secara menyeluruh, kata dia, baru mampu aktif membaca sekitar 6 menit perminggu.

Baca: Sebelas Hari Enam Kasus Pelecehan Seksual, Umumnya Pelaku Pacar Korban

"Sedangkan India, warganya aktif membaca hingga 1 jam 42 menit setiap minggunya," kata Moeldoko saat memberikan arahan tentang Prespektif Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam rangka Nagari Membangun Sumatera Barat, di Auditorium Unand Padang, Jumat (4/5/2018).

Dikatakannya, tak hanya Indonesia yang keinggalan, Amerika juga mulai takut dengan populasi India. Oleh sebab itu, kondisi tersebut perlu menjadi catatan penting bagi masyarakat Indonesia, apalagi semakin ke depan, persaingan antar negara semakin menggila.

Moeldoko
Moeldoko (riki)

"Hanya dengan iptek lah generasi bisa bertahan dan berdaya saing, dan tenunya untuk bisa bersaing, maka rajinlah membaca. Malas membaca juga menyebabkan kita jadi kurang update terhadap informasi maupun perkembangan iptek yang selalu ada setiap saat," ujarnya.

Baca: Lima Tronton Milik PKS PT KAS Sumut Ditertibkan Dishub Rohul, Ini Penyebabnya

Kepada mahasiswa Unand yang akan mengikui KKN 2018, Moeldoko pun berpesan agar mahasiswa bisa menjadi leader membaca bagi masyarakat di lokasi KKN.

"Kemudian, mahasiswa juga diharapkan bisa mentransformasi teknologi, knowledge, serta saint yang mahasiswa miliki kepada masyarakat desa atau Nagari," ujarnya.(*)

Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help