Tembilahan

Banyak Penyusup Masuk ke Acara Debat Publik, Polisi Lakukan Ini

Aparat keamanan pun terpaksa harus menertibkan simpatisan Debat Publik Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Inhil yang menyusup tersebut.

Banyak Penyusup Masuk ke Acara Debat Publik, Polisi Lakukan Ini
fadhli
Petugas Kepolisian memberikan pengertian kepada pendukung dan simpatisan yang tidak memiliki ID Card. 

Laporan Reporter Tribuntembilahan.com : T. Muhammad Fadhli.

TRIBUNTEMBILAHAN.COM, TEMBILAHAN- Suasana debat publik pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Inhil di Gedung Engku Kelana, Tembilahan, sempat diwarnai masuknya penyusup yang masuk tanpa memiliki ID Card resmi yang dikeluarkan oleh KPUD Inhil.

Aparat keamanan pun terpaksa harus menertibkan simpatisan Debat Publik Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Inhil yang menyusup tersebut.

Baca: Sambut Ramadan, Anak-anak di Sekolah Ini Diajarkan Berbagi Sejak Dini

Karena berdasarkan peraturan Debat Publik oleh KPUD Inhil, acara yang dimulai, Selasa (8//5/2018) pukul 08.00 pagi ini, gedung harus steril dan membatasi jumlah simpatisan yang masuk.

Berdasarkan aturan yang ditetapkan KPU, jumlah Tim Sukses (Timses) atau simpatisan debat pasangan calon yang diperbolehkan masuk ke dalam gedung acara hanya 25 orang, namun kenyataannya peraturan tersebut banyak diabaikan oleh para pendukung demi untuk menyaksikan langsung momen tersebut.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony, SIK MH melalui Kabag Ops, Kompol Maison, SH, mengakui adanya kelebihan jumlah simpatisan yang masuk.

Modusnya, simpatisan yang sudah masuk tapi keluar lagi membagikan kembali ID Card miliknya kepada simpatisan lain di luar.

Baca: Dewan Imbau Pendistribusian Dana Replanting Tepat Sasaran

“Tapi alhamdulillah, dengan cara humanis mereka yang masuk bisa menerima apa yang kita sampaikan. Kita (kepolisian) sudah sepakat dengan KPU, bagi yang tidak memiliki ID Card tidak boleh masuk ke tempat acara,” tegas Kompol Maison.

Maison juga menegaskan, pihaknya telah melakukan upaya penertiban kepada simpatisan yang masuk tidak sesuai prosedur.

Untuk menghindari hal - hal yang tidak diinginkan, aparat kepolisian harus menertibkan bagi simpatisan salah satu Paslon yang tidak memiliki ID Card.

Baca: Hebohnya Para Pendukung Paslon dalam Debat Publik Pilkada Inhil

“Meskipun masih ada tetap berada di dalam, tapi sebagian kita suruh keluar. Tujuannya tidak ada terjadi keributan dan suasana tetap kondusif selama debat berlangsung,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Inhil, H. Suhaidi, S. Ag, M. Pd.I mengakui kejadian tersebut di luar dari pengawasannya serta tidak terdeteksi secara pribadi.

Baca: Dewan Imbau Pendistribusian Dana Replanting Tepat Sasaran

"Besar kemungkinan tim pasangan calon ada yang doubling. Mungkin mereka simpatisan tapi juga tokoh masyarakat, sehingga secara faktual mereka lebih dari 25 orang,” ujar H. Suhaidi saat dikonfirmasi usai acara Debat Publik.(*)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help