Indragiri Hulu

Penyelesaian Tapal Batas Inhu-Pelalawan Tunggu SK dari Mendagri

Persoalan tapal batas antara Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Kabupaten Pelalawan mulai menunjukan titik terang.

Penyelesaian Tapal Batas Inhu-Pelalawan Tunggu SK dari Mendagri
Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

Laporan Wartawan Tribuninhu.com Bynton Simanungkalit

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Persoalan tapal batas antara Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Kabupaten Pelalawan mulai menunjukan titik terang.

Hal ini disampaikan oleh Asisten Bagian Pemerintahan Setdakab Inhu, Asriyan di hadapan awak media.

Dirinya menyampaikan proses penyelesaian ini tinggal menunggu surat keputusan dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait titik koordinat yang sudah disepakati antara kedua belah pihak.

Asriyan menyampaikan sebelumnya memang ada sejumlah pertemuan yang dilakukan antara Pemerintah Kabupaten Inhu dan Kabupaten Pelalawan. Pada sejumlah pertemuan yang dilakukan, kedua belah pihak mensepakati titik simpul antara dua kabupaten.

Baca: Disdukcapil Bengkalis Buka Loket Perekaman KTP di Hotel Furaya Pekanbaru

"Sudah ada kesepakatan terkait tapal batas Kabupaten Inhu dan Kabupaten Pelalawan, baik yang berada di Kacamatan Lubuk Batu Jaya atau Kecamatan Lirik," kata Asriyan.

Asriyan menyampaikan pada kesepakatan itu, ada batas yang dimundurkan dan ada juga yang dimajukan. Dampaknya sejumlah aset yang sebelumnya berada di Kabupaten Pelalawan masuk ke Kabupaten Inhu.

Beberapa yang disebutkan Asriyan adalah kebun plasma PT Indosawit bila dilihat dari koordinat tersebut masuk ke wilayah Kabupaten Inhu. Sementara PKS Indosawit tetap berada di Kabupaten Pelalawan.

Baca: Warga Cipang Rokan IV Koto Bertahan di LAM Riau

Selain itu, Asriyan berkata bahwa SD Pasir Putih yang berada di Kacamatan Lubuk Batu Jaya, kini sudah masuk ke wilayah Inhu. Oleh karena itu, sebelum disahkan oleh Kemendagri tim akan kembali meninjau titik-titik tersebut. "Peninjauan ini akan dilakukan bersama dengan tim dari Kemendagri," kata Asriyan. (ton)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help