15.682 Kelapa Tak Produktif Akibat Hama, Masyarakat Datangi Kantor Disbun Inhil

Rusaknya kebun kelapa masyarakat akibat replanting perkebunan sawit milik perusahaan yang menimbulkan hama kumbang.

15.682 Kelapa Tak Produktif Akibat Hama, Masyarakat Datangi Kantor Disbun Inhil
Istimewa
Kebun kelapa masyarakat Desa Tanjung Simpang yang rusak akibat serangan hama. 

Laporan Reporter Tribuntembilahan.com, T Muhammad Fadhli.

TRIBUNTEMBILAHAN.COM, TEMBILAHAN – Masyarakat Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meminta PT Tabung Haji Indo Plantations (THIP) yang beroperasi di wilayah tersebut, bertanggung jawab atas rusaknya kebun kelapa masyarakat akibat replanting perkebunan sawit milik perusahaan yang menimbulkan hama kumbang.

Berdasarkan data yang disampaikan Kepala Desa Tanjung Simpang, Aby Nawas, pada Tribuntembilahan.com, saat ini terdapat 119 petani dari delapan batang parit yang kebunnya diserang hama kumbang, dengan luasan areal sekitar 256,07 Hektar dan tanaman kelapa sebanyak 37.090 batang.

Baca: Makan Sushi Sepuasnya di Tsukiji Sushi, Pilih Sendiri Harganya

Baca: Bulog Divre Riau Kepri Pastikan Komoditi Pangan Pokok Ini Cukup Saat Ramadan

Abu Nawas mengklaim, saat ini 15.682 batang kelapa di kebun milik warganya sudah rusak akibat hama kumbang sehingga tidak produktif lagi, bahkan 4.312 batang diantaranya sudah mati.

“Dikhawatirkan serangan kumbang terus semakin meluas. Kami merasa jadi korban akibat replanting ini. Kami akan perjuangkan karena ini menyangkut hak dan kehidupan kami,” ujar Abu Nawas saat mendampingi beberapa perwakilan masyarakat dari beberapa batang parit Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran mendatangi kantor Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Rabu (09/05/2018).

Namun sayang masyarakat tidak bisa bertemu kepala Disbun Inhil Eddiwan Shasby yang sedang berada diluar kota, sehingga diwakili oleh Sekretaris Dinas Perkebunan, Sutarno Wardoyo dan beberapa jajarannya. (*)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help