Padang

Kisah KM Harapan Bersama yang Hilang 66 Jam, Kapten Kapal Ungkap Fakta Ini

Kapal KM Harapan Bersama yang sempat hilang kontak selama 66 jam atau 4 hari tiga malam di perairan Kepulauan Mentawa

Kisah KM Harapan Bersama yang Hilang 66 Jam, Kapten Kapal Ungkap Fakta Ini
ist
Tim gabungan dari Polda Sumbar dan Basarnas akhirnya berhasil menemukan kapal KM Harapan Bersama yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di perairan Kabupaten Kepulauan Mentawai sejak Senin (7/5/2018). 

Laporan Kontributor Tribunpadang.com, Riki Suardi

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Kapal KM Harapan Bersama yang sempat hilang kontak selama 66 jam atau 4 hari tiga malam di perairan Kepulauan Mentawai, akhirnya sampai di Dermaga Muaro Padang, setelah diderek oleh Kapal KM Eva milik Basarnas.

Kapal bermuatan manau dan kopra itu, awalnya ditemukan terdampar oleh Kapal KM Mentawai Indah di dekat Pulau Toran (bukan Pulau Pandan), pada Kamis (10/5/2018) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Setelah ditemukan, kemudian kapal tersebut ditarik hingga ke dekat Pulau Pandan.

Setiba di dekat Pulau Pandan, tiga kapal milik Basarnas KM Ramawijaya 2240, KM Yudhistira 227 dan KM Eva, kemudian mengambil alih penarikkan kapal tersebut hingga akhirnya, kapal bermuatan manau dan kopra itu sampai di Dermaga Muaro Padang.

Tim gabungan dari Polda Sumbar dan Basarnas akhirnya berhasil menemukan kapal KM Harapan Bersama yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di perairan Kabupaten Kepulauan Mentawai sejak Senin (7/5/2018).
Tim gabungan dari Polda Sumbar dan Basarnas akhirnya berhasil menemukan kapal KM Harapan Bersama yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di perairan Kabupaten Kepulauan Mentawai sejak Senin (7/5/2018). (Istimewa)

Kapten Kapal KM Harapan Bersama, Zalnudin mengaku bahwa dirinya bersama ABK sangat kelaparan selama terombang ambing di tengah laut tanpa bekal.

Beruntung kapal yang dinahkodainya ditemukan oleh kapal KM Mentawai Indah, sehingga bisa selamat sampai Dermaga Muaro Padang.

"Begitu ditemukan, kami langsung diberi makan oleh ABK KM Mentawai indah. Kami sangat berterimakasih kepada mereka, termasuk Basarnas dan pihak kepolisian yang selama ini berusaha mencari keberadaan kami, kalau tidak gak tahu nasib kami seperti apa," kata Zalnudin kepada wartawan di Dermaga Muaro Padang, Kamis sore.

Baca: Terkait Insiden Mako Brimob, Fadli Zon Singgung Ahok: Dulu Dianggap Aman, Kenyataannya Tidak

Selama terombang ambing di tengah laut, Zalnudin menyebut banyak peritiwa yang dilaluinya.

Selain kelaparan karena kehabisan bekal makanan, angin kencang dan badai yang menerpa, juga membuat kapal terombang ambing hingga ke alur pelayaran si Kabaluan.

Halaman
123
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help