Indragiri Hulu

Kembali Beroperasi, Warga Punti Kayu Sebut Perusahaan Ini Langgar Perjanjian

Warga Desa Punti Kayu, Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menyebut PT CSS telah melanggar kesepakatan.

Kembali Beroperasi, Warga Punti Kayu Sebut Perusahaan Ini Langgar Perjanjian
Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

Laporan Wartawan Tribuninhu.com Bynton Simanungkalit

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Warga Desa Punti Kayu, Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menyebut PT CSS telah melanggar kesepakatan.

Pasalnya saat ini perusahan tetap beroperasi di sekitar lahan yang menjadi sengketa.

Kepala Desa (Kades) Punti Kayu, Surman menyampaikan pada Sabtu (5/5/2018) lalu warga sempat sempat menarik kunci alat berat yang beroperasi di Dusun Lima Desa Punti Kayu.

Baca: Komunitas Yuk Ngaji Pekanbaru Ajak Remaja Mabit Bareng, Ustadz Ini yang Akan Beri Ceramah

Maksudnya agar perusahaan menghentikan operasi alat berat mereka.

"Setelah kami melakukan penarikan kunci, operasi alat berat sempat terhenti. Namun mereka kembali meminta kunci itu kepada ketua adat kami yang di sini," kata Surman, Jumat (11/5/2018) pada Tribuninhu.com.

Baca: Sedih, Niat Baik Rukmani Berikan Coklat Berakhir Tragis, Ia Dikeroyok Dengan Kondisi Begini

Saat itu, Surman berkata mereka sempat membuat perjanjian dengan pihak perusahaan dengan maksud, kunci alat berat diserahkan dengan syarat tidak ada operasi di lahan tersebut.

"Mereka awalnya menyetujui, namun nyatanya mereka tetap melakukan aktifitas di lahan itu," kata Surman.

Surman berkata, selama operasi pihak perusahan memang tidak merusak kebun sawit milik warga. Namun mereka menanam akasia di antara tanaman sawit milik warga.

"Kami khawatir ketika kamu melakukan pembersihan lahan nanti dibilang kami melakukan pengrusakan," kata Surman. (*)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help