Padang

Keributan Terjadi di Pintu Masuk Ballroom Arena Debat Putaran Dua Pilkada Wako Padang

Pantauan tribunpadang.com, keributan itu terjadi di pintu masuk ballroom, tempat dimana debat Pilkada itu dimulai.

Keributan Terjadi di Pintu Masuk Ballroom Arena Debat Putaran Dua Pilkada Wako Padang
tribunpekanbaru/rikisuardi
Debat Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Padang periode 2019-2024 putaran kedua yang berlangsung di ballroom Hotel Bumiminang, sabtu (13/5/2018) malam diwarnai keributan antara panitia dan beberapa pendukung dari salah satu pasangan calon di pintu masuk ballroom 

Laporan Kontributor Tribunpadang.com, Riki Suardi

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Debat Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Padang periode 2019-2024 putaran kedua yang berlangsung di ballroom Hotel Bumiminang, Sabtu (13/5/2018) malam diwarnai keributan antara panitia dan beberapa pendukung dari salah satu pasangan calon.

Pantauan tribunpadang.com, keributan itu terjadi di pintu masuk ballroom, tempat dimana debat Pilkada itu dimulai.

Ketika itu, puluhan pendukung dari salah satu pasangan yang menggunakan gelang tangan sebagai tanda undangan debat, tidak diperbolehkan masuk oleh panitia.

Alasan panitia, karena jumlah dukungan atau simpatisan dari masing-masing calon yang diperbolehakan masuk ke ruang debat hanya berjumlah 171 orang, dan saat ini jumlah tersebut sudah berada di dalam ruang debat.

Baca: Lestarikan Budaya Masyarakat Peranap, Mahasiswi Riau di Yogyakarta Tampilkan Kesenian Bagholek

Baca: Pemandian Pria dan Wanita Dipisah, Pemkab Kampar Ambil Peran pada Balimau Kasai Tahun Ini

Baca: Sidang Itsbat Awal Ramadan 1439 H Dilaksanakan Kementerian Agama RI 15 Mei 2018 

"Kami mohon maaf. Bapak dan ibu-ibu tidak bisa masuk, meskipun pakai gelang tangan. Ketentuannya seperti itu, kuotanya hanya 171 untuk masing-masing pendukung calon," kata salah seorang panitia yang mengekan hijab berwarna coklat itu kepada beberapa pendukung yang tak diperbolehakan masuk.

Mendengar alasan dari pantia tersebut, puluhan pendukung yang tertahan di pintu masuk tempat digelarnya debat itu, kemudian meneriaki panitia yang dianggap tidak profesional, karena puluhan pendukung itu punya hak untuk masuk ke ruang debat.

"Anda tidak profesional, kami punya gelang dan ini bukti kalau kami diundang untuk menghadiri acara debat ini. Jadi, alasan Anda tidak masuk akal. Kami di undang trus sampai sini tak diperbolehkan masuk. Kamin tidak terima," kata salah seorang pendukung yang tak diperbolehkan masuk.

Melihat keributan antara panitia dan undangan yang tak kunjung berakhir, JKabag Ops Polresta Padang Kompol Ediwarman kemudian mengambil langkah tegas dan meminta panitia untuk membiarkan pendukung yang punya gelang untuk masuk ke ruang debat.

"Tindakan ini saya ambil, karena di dalam (ruang debat) saya lihat masih banyak kursi yang kosong. Jadi saya minta panitia untuk membiarkan mereka masuk. Panitia kemudian mengizinkan para pendukung itu masuk ke ruang debat," ujarnya saat ditemui tribunpadang.com di luar ruang debat, Sabtu malam.

Sementara itu, Komisioner KPU Kota Padang Riki Eka Putra yang ditemui usai debat, mengaku tak mengetahui secara detail persoalan apa yang terjadi sehingga terjadinya keributan antara panitia dan beberapa pendukung salah satu pasangan calon.

Baca: Pastikan Gas 3 Kg Tak Langka Selama Ramadan, Camat Diminta Bantu Disperindag Cek ke Pangkalan

Baca: Usai Gorok Kawannya, Pria Ini Gendong Jasadnya Gunakan Sepeda Motor, Ngakunya Dibegal

"Belum ada laporan mendetil, nanti persoalan ini akan saya evaluasi, termasuk pelaksanaan debat yang kedua ini. Namun yang jelas, jalannya debat kedua ini lebih baik dari debat putaran pertama," kata Riki.

Terkait soundsistem yang sempat mati dan mengganggu jalannya debat, Riki pun mengaku bahwa itu merupakan kesalahan teknis, dan juga akan menjadi bahan untuk evaluasi pada debat putaran ketiga nanti.

"Soudsistem, undangan dan yang lainnya, akan kami evaluasi semuanya. Mudah-mudahan pada debat selanjutnya, semuanya lancar dan lebih baik dari debat pertama dan kedua," ujar komisioner divisi hukum KPU Padang itu mengakhiri.(*)

Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help