Rokan Hulu

Perwakilan 4 Kampung di Rohul Akan Dipertemukan dengan DPR RI Soal Pembangunan Waduk

Menempuh jalur politik untuk membawa persoalan empat kampung yang akan ditenggelamkan untuk pembuatan waduk lompat harimau

Perwakilan 4 Kampung di Rohul Akan Dipertemukan dengan DPR RI Soal Pembangunan Waduk
Tribunpekanbaru/nasuha
Massa Tolak Waduk dari Rohul Sudah Tiba di Depan Kantor Gubernur 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dalam waktu dekat, perwakilan dari 4 desa di Kabupaten Rokan Hulu, tempat daerah yang akan dibangun waduk lompat harimau yang merupakan proyek pusat di Rokan Hulu, akan dipertemukan dengan DPR RI yang membidangi masalah kelistrikan.

Salah seorang anggota DPRD Provinsi Riau Dapil Rokan Hulu Yulianti mengatakan, dirinya akhirnya menempuh jalur politik untuk membawa persoalan empat kampung yang akan ditenggelamkan untuk pembuatan waduk lompat harimau, di Kabupaten Rokan Hulu, yang sampai saat ini masih belum mendapatkan solusi terkait keluhan masyarakat atas pembangunan waduk tersebut.

"Saya sudah membicarakan hal ini dengan DPP Demokrat, saya kemudian diminta dan pihak DPP bersedia menjebatani persoalan ini ke DPR RI di komisi yang membidangi masalah kelistrikan," kata Yulianti kepada Tribun, Minggu (13/5).

Dikatakan Yulianti, sebelumnya pihak perwakilan 4 kampung tersebut sudah bertemu dengan pihak kementerian di pusat, namun karena tidak ada yang mendampingi saat itu, sampai saat ini belum ada kejelasan tindaklanjutnya.

Politisi Demokrat ini juga mengatakan, Dirinya belum bisa memastikan kapan jadwal pasti hiring perwakilan masyarakat 4 desa tersebut dengan DPR RI, namun diperkirakannya pada bulan Ramadhan.

"Dalam waktu dekat, diperkirakan bulan Ramadhan ini," ulasnya.

Bagaimanapun menurut Yulianti suara rakyat tersebut harus didengarkan, karena walaupun diberikan ganti rugi, namun menurutnya masyarakat di sana tentu tidak semudah itu bisa pindah dan direlokasi ke tempat lain.

"Ini tidak hanya soal tempat tinggal, tapi juga mata pencarian mereka di sana, mereka juga sudah berkebun di sana, punya ladang dan lainnya. Kemudian juga soal kenyamanan. Mereka sidah tinggal di sana sejak nenek moyang mereka dulu. Belum lagi fasilitas yang sudah terbangun di sana. Karena itu kita minta pertimbangan pemerintah pusat untuk melanjutkan rencana pembangunan waduk tersebut, kan masih bisa mencari tempat lain selain di situ," ujarnya. (ale)

Baca: Selama Ramadan Warung Kopi dan Rumah Makan Diperkirakan Tetap Buka, Agar Tak Kucing-kucingan

Baca: Usai Gorok Kawannya, Pria Ini Gendong Jasadnya Gunakan Sepeda Motor, Ngakunya Dibegal

Baca: Jesica Raih Perunggu di Kejuaraan Karate Asia 2018

Penulis: Alex
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help