Ramadan 1439 H

PLN Pasirpangarain Janji tak Padamkan Listrik di Bulan Ramadan

Manager PT. PLN Rayon Pasirpangaraian, David Sibarani, menyebut telah melakukan beberapa kesiapan kelistrikan, menyambut bulan suci ramadan.

PLN Pasirpangarain Janji tak Padamkan Listrik di Bulan Ramadan
TRIBUNPEKANBARU.COM/THEO RIZKY
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny Kusuma Putra

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Memasuki bulan suci Ramadan, listrik menjadi kebutuhan yang penting dalam menjalankan ibadah puasa, Manager PT. PLN Rayon Pasirpangaraian, David Sibarani, mengaku, pihaknya telah melakukan beberapa kesiapan kelistrikan, menyambut bulan suci ramadan.

"Kita akan upayakan bagaimana listrik tidak padam saat jam-jam penting di Bulan Ramdhan, sehingga tidak menggangu aktifitas ibadah selama bulan ramdhan," katanya kepada Tribunrohul.com, Minggu (13/5/2018).

David mengungkapkan, untuk beban Pasirpangaraian disuplai dari PLTD Tanjung Belit. Daya Mampu (DM) 15 MW Beban Puncak (BP) 12,5 MW. Untuk Kota Tengah dan sekitarnya disuplai dari PLTD Kota Tengah dengan DM 5 MW dan BP 4,7 MW.

Baca: Banyak Tubuh Tergeletak di Gereja Santa Maria, Mobil Ambulans Terus Berdatangan Angkut Korban

Ia menambahakan, untuk kapasitas GIKP TD 1 30 MVA dimana pemakaian Rokan dan Pendalian sebesar 1,3 MW dan TD 2 60 MVA, pemakaian dari Batulangka sampai Ujung Batu Timur sebesar 6,2 MW (feeder Tandun) dan 2,2 MW (feeder exp Tandun) total 8,4 MW.

"Jadi untuk kapasitas dari GIKP masih surplus selama bulan ramadan," imbuhnya.

Lebih lanjut dijelaskanya, untuk Ujung Batu sampai Kota Lama, masih disuplai dari PLTD SK, dimana daya mampu PLTD SK sebesar 9 MW dan pemakaian di beban puncak sekitar 8,1 MW. Untuk PLTD SK juga dalam kondisi surplus selama ramadan.

Sebelum dan selama ramadan, ungkap David, crew PLTD juga terus memantau kondisi mesin setiap jam, memastikan kehandalan pembangkit listrik yang ada.

Diakuinya, untuk jaringan TM menengah PLN rayon Pasirpangaraian juga tetap melakukan pemeliharaan rutin dan non rutin, guna memastikan sistem listrik selama bulan ramadan handal.

Baca: Abu Ibrahim Narapidana Kasus Terorisme yang Tewas di Mako Brimob Dimakamkan di Kampar. Ini Alasannya

Untuk itulah, sambung David, tetap diadakan pemeliharaan jaringan dan akan diinformasikan kepada grup Forkom Muspika dan masyarakat.

Diterangkanya, pemadaman hanya dilaksanakan karena alasan pemeliharaan dilaksanakan pekerjaan meliputi rampal/ tebang pohon yang mendekati jaringan, mengganti komponen JTM yang rusak dan hal lain dirasa perlu perbaikan.

Selama ramadan, ungkap David, pemadaman listrik karena pemeliharaan ditiadakan, sehingga masyarakat dapat melaksanakan kegiatan yang membutuhkan listrik tidak terganggu.

Namun, terangnya ada kondisi listrik tetap dipadamkan jika kondisi emergency (darurat), seperti banjir, kebakaran atau kecelakaan yang mengakibatkan komponen JTM PLN rusak, seperti tiang ditabrak mobil atau PIN isolator pecah disambar petir dan kondisi lain yang dirasa memerlukan pemadaman dalam pembenahannya.

Baca: Istri Gugat Cerai Gara-gara Perilaku Daus Mini di Ranjang, Bukan Faktor Wanita Lain,

"Sebelum dan selama ramadan petugas akan proaktif dalam penyelesaian gangguan di lapangan dengan cara pelanggan harus melapor ke call center 0761-123," pungkasnya. (*)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help