Eksklusif

Ratusan Anak Suku Akit Hanya Bisa Tamat SD, Penyebabnya Bikin Miris

Ratusan anak-anak Suku Akit Dusun Parit III Desa Bathin Suir, Tebingtinggi Timur, Kepulauan Meranti tidak bisa melanjutkan pendidikan ke SMP.

TRIBUNPEKANBARU.COM, SELATPANJANG - Ratusan anak-anak Dusun Parit III Desa Bathin Suir, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kepulauan Meranti tidak bisa melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah pertama (SMP).

Mereka merupakan anak-anak dari Komunitas Adat Terpencil (KAT) Suku Akit.

Kepala Desa Bathin Suir, Ahmad Tarmizi, mengungkapan, ratusan anak-anak Suku Akit yang tidak melanjutkan sekolah disebabkan tidak adanya sekolah tingkat menengah pertama (SMP) di desa mereka.

Baca: Bom Bunuh Diri Meledak Saat Ramai Jemaat Ibadah Misa, Rumah Warga sampai Bergetar

"Desa kami hanya punya SD, sebab itu banyak anak-anak yang hanya sampai SD saja. Hampir seratus anak," ujar Ahmad Tarmizi kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (7/5/2018) lalu.

Tarmizi mengatakan, sebenarnya ada SMP satu atap di desa tetangga, Desa Lukun. Namun, akses transportasi dari Dusun Parit III, Desa Sungai Suir sangat sulit.

Untuk sekolah ke Desa Lukun, mereka harus menyeberangi selat selama 45 menit menggunakan perahu pompong. Tapi tidak semua warga yang memiliki perahu tersebut.

"Hanya sedikit saja warga yang punya pompong, hanya para nelayan saja," ujarnya.

Tarmizi mengungkapkan, dari dua dusun di desanya, Dusun Parit III merupakan dusun yang terisolir.

Sebab, dusun tersebut dikelilingi oleh selat dan sebagian wilayah daratannya masih hutan belantara.

"Akses satu-satunya melalui jalur air, sebab jalan darat menuju ke desa dan dusun satunya lagi, Dusun Saka III juga tidak ada," ujarnya.

Baca: Perempuan Ini Sempat Dicegat Satpam, Berikut Kronologi Ledakan di GKI Diponegoro Surabaya

Halaman
123
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help