Bengkalis

Disparbudpora Bengkalis Rencanakan Gelar Festival Lampu Colok Akhir Ramadan 2018

Disparbudpora Kabupaten Bengkalis kembali berencana akan menggelar festival lampu colok tahun 2018 ini.

Disparbudpora Bengkalis Rencanakan Gelar Festival Lampu Colok Akhir Ramadan 2018
TribunPekanbaru/TheoRizky
Berbagai kreasi lampu colok menyemarakkan Festival Lampu Colok yang digelar di lapangan PCR, Pekanbaru 

Laporan wartawan tribunbengkalis.com Muhammad Natsir

TRIBUNBENGKALIS.COM, BENGKALIS - Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bengkalis berencana akan kembali menggelar festival lampu colok di tahun 2018 ini. Festival yang direncanakan digelar malam 27 Ramadhan mendatang memang sudah menjadi agenda tahunan Disparbudpora Bengkalis.

Hal ini diungkap Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora Bengkalis Khairani Alwi kepada wartawan, Senin (14/5/2018). Menurut dia upaya penyelenggaraan Festival memang sedikit terkendala terkait kondisi keuangan Bengkalis saat ini.

Namun hal ini tidak menjadi masalah besar kegiatan melestarikan budaya lampu colok akan tetap dilaksanakan. Menurut dia besaran anggaran untuk pelaksanaan kegiatan festival colok ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca: Pemekaran Desa di Kampar yang Diusulkan Sejak 11 Tahun Terkendala Syarat

"Sehingga ini mempengaruhi bantuan yang akan diberikan kepada desa desa yang akan ikut serta dalam festival lampu colok Bengkalis," pungkasnya.

Pemberian bantuan anggaran kepada peserta juga akan dibatasi dengan besaran menara colok yang akan dibangun peserta. Semakin besar menara tentu akan mempengaruhi jumlah lampu colok yang akan dipakai.

Meskipun terdapat keterbatasan anggaran khairani mengatakan tidak akan membatasi jumlah peserta lampu colok yang akan ikut serta. Namun tentu berpengaruh dengan jumlah bantuan yang akan diberikan.

Baca: Tak Mau Ikut Pelajaran Agama dan PKn, Bocah SD Pelaku Bom Gereja Punya Cita-cita Begini

Selain anggaran membangun menara lampu colok bersumber dari bantuan pemerintah, pembangunan menara juga biasanya dibantu secara swadaya oleh masyarakat masing masing desa.

Khairani memaklumi kendala anggaran yang dihadapi masyarakat untuk penyelenggaraan kegiatan tersebut. Untuk itulah pemerintah melalui Disparbudpora memberikan bantuan namun tahun ini tidak sebesar sebelumnya.

Menurut dia, tradisi lampu colok merupakan sebuah kegiatan setiap bulan Ramadhan. Dimana masyarakat dan para pemuda bergotong royong membentuk menara berupa miniatur masjid dua demensi ataupun tiga dimenai dengan menggunakan lampu colok sebagus mungkin.

"Disparbudpora Akan Tetap Gelar Festival Lampu Colok Akhir Ramadhan Mendatang. Karena festival lampu colok ini sudah menjadi budaya dan tradisi tahunan di Bengkalis. Dan kita harap ini terus dilestarikan," terang Khairani.

Untuk itu pihaknya akan terus berupaya festival ini terus ada setiap tahun agar budaya lampu colok tidak punah dimakan tahun. Selain itu juga bertujuan supaya anak muda generasi penerus sekarang ini tahu kebudayaan lampu colok di Bengkalis.

Baca: Anton Febrianto, Pria yang Jadi Bomber di Rusun Wonocolo Dikenal Cerdas, Ini 5 Fakta Dirinya

Sementara itu, terkait lokasi untuk pembukaan festival ini, sampai saat ini pihaknya belum menentukan. Karena masih di komunikasikan pihak terkait lainnya. "Untuk pembukaan festival lampu colok ini belum kita tentukan. Masih di komunikasikan dengan pihak terkait, belum ditentukan," tandasnya.(sir)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help