Ramadan 1439 H

Bulan Masih Terlalu Rendah, Sidang Isbat Mungkin Putuskan Ramadan 17 Mei

Hal ini disebabkan posisi bulan bukan berada di 0 derajat menurut kriteria Wujudul Hilal Muhammadiyah dan 2 derajat menurut kriteria Nahdlatul Ulama

Bulan Masih Terlalu Rendah, Sidang Isbat Mungkin Putuskan Ramadan 17 Mei
darkroom.baltimoresun.com
Hilal Puasa Ramadhan 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Menurut ahli, awal bulan puasa 2018/1439 H dan hari lebaran bisa dirayakan secara bersamaan dan berlanjut hingga tahun 2021/1442 H.

Menurut Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin, bulan Ramadan, Syawal dan Dzulhijjah di Indonesia akan seragam hingga 2021 atau 1442 H.

"Hal ini disebabkan posisi bulan bukan berada di 0 derajat menurut kriteria Wujudul Hilal Muhammadiyah dan 2 derajat menurut kriteria Nahdlatul Ulama. Tinggi bulan hari ini masih negatif (sudah di bawah ufuk), jadi bulan Sya'ban digenapkan 30 hari sehingga awal bulan Ramdhan jatuh pada 17 Mei," kata Thomas kepada Kompas.com, Selasa (15/5/2018).

Baca: Rachel Maryam Jawab Addie MS Soal RUU Antiterorisme: Hambatannya di Pemerintah, Jokowi Kepalanya

Hal senada diungkapkan Sugeng Riyadi, Kepala Pusat Astronomi Ponpes Assalam, Kartasura.

Menurutnya, Indonesia diuntungkan dengan posisi bulan.

"Posisi bulan pada awal Ramadan 1439 H ini, masih di bawah 2 derajat di markas Pos operasi bulan di Pelabuhanratu, Sukabumi, bahkan di Jogja masih negatif. Sehingga, akhir Sya'ban versi Pemerintah, Muhammafiyah, NU, Oersis dan ormas besar lainnya dipastikan akan Istikmal (digenapkan), dan hari Kamis 17 Mei masuk bulan 1 Ramadan," katanya.

Dilansir dari Kompas.com, Senin (7/5/2018), pada hari ini Kementerian Agama RI akan menggelar sidang isbat atau penetapan awal bulan Ramadan 1439 H di di Auditorium HM Rasjidi, Kemenag RI Jalan MH Thamrin Nomor 6, Jakarta Pusat.

Proses sidang akan dimulai pukul 16.00 WIB, diawali dengan pemaparan dari tim hisab dan rukyat Kemenag tentang posisi hilal menjelang awal Ramadan.

Sidang juga akan dihadiri sejumlah pihak termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, serta pakar falak dari ormas-ormas Islam dan lainnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bulan Terlalu Rendah, Sidang Isbat Mungkin Putuskan Ramadan 17 Mei", https://sains.kompas.com/read/2018/05/15/155441423/bulan-terlalu-rendah-sidang-isbat-mungkin-putuskan-Ramadan-17-mei.
Penulis : Michael Hangga Wismabrata
Editor : Yunanto Wiji Utomo

Editor: M Iqbal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help