Padang

Antisipasi Serangan Teroris Pengamanan di Polda Sumbar Ditingkatkan

Setiap tamu yang datang pun diperiksa dan digeledah, termasuk barang bawaannya oleh aparat kepolisian bersenjata lengkap

Antisipasi Serangan Teroris Pengamanan di Polda Sumbar Ditingkatkan
TribunPadang/Riki Suardi
Pengamanan Polda Riau diperketat pasca serangan di Mapolda Riau, Rabu (15/5/2018) 

Laporan Kontributor TribunPadang.com, Riki Suardi

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pascapenyerangan yang dilakukan oleh sejumlah terduga teroris di Mapolda Riau pada Rabu (16/5/2018) pagi, membuat Polda Sumbar sebagai daerah yang berdekatan dengan Provinsi Riau, meningkatkan pengamanannya.

Bahkan di Mapolda Sumbar sendiri, pola pengamanan bisa dikatakan super ketat.

Setiap tamu yang datang pun diperiksa dan digeledah, termasuk barang bawaannya oleh aparat kepolisian bersenjata lengkap yang dilapisi rompi anti peluru.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Syamsi mengatakan, pengamanan yang dilakukan ini sebenarnya sudah berlangsung sejak adanya teror bom di Mapolrestabes Surabaya, dan itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya teror dari para teroris.

"Pola pengamanan di Mapolda ini diperketat, juga instruksi dari Kapolda Sumbar, dan itu tidak hanya di Mapolda, tapi juga dilakukan di Polres jajaran," kata Syamsi kepada tribunpadang.com saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu siang.

Baca: Polisi Amankan Sejumlah Senjata di Gubuk Kayu Terduga Teroris di Dumai

Baca: Sering Ajak Warga Salat, Ini Sosok Ipda Auzar Polisi yang Tewas Saat Mapolda Diserang

Baca: Mapolda Riau Diserang Terduga Teroris, Kapolri akan Datang ke Pekanbaru

Terkait status pengamanan di Sumbar pasca-serangan yang diduga dilakukan oleh sekelompok teroris di Mapolda Riau, Syamsi pun menyebut bahwa di Sumbar sendiri belum ditetapkan status siaga satu, karena pihaknya masih menunggu instruksi dari pimpinan.

"Belum ada status siaga satu. Tapi seperti yang saya katakan tadi, pola pengamanan di Mapolda dan Polres jajaran tetap ditingkatkan. Bahkan, personil di pos penjagaan di depan Mapolda dan Mapolres jajaran telah ditambah jumlahnya," ujar Syamsi.

Perwira polisi dengan pangkat tiga melati di pundaknya itu juga mengimbau agar masyarakat Sumbar jangan takut akan ancaman dari para teroris tersebut, dan tetap menjalankan rutinitasnya seperti biasa.

Namun begitu, ia pun berharap agar masyarakat yang melihat adanya hal-hal atau sekelompok orang, maupun benda yang mencurigakan, segera lapor ke polisi, agar aparat kepolisian menindaklanjutinya.

"Kalau ada yang mencurigakan, segera lapor. Biar kami tindaklanjuti. Jadi, kami berharap masyarakat Sumbar untuk ikut serta menjaga kamtimbmas, dan sekali lagi saya minta agar masyarakat jangan takut dengan ancaman teroris," harapnya.

Hal yang sama juga disampaikan Kapolresta Padang AKBP Yulmar Try Himawan. Dikatakannya, untuk pengamanan di Mapolresta Padang, ia pun mengerahkan sekitar 200 personil, dan jumlah tersebut juga disebar ke Mapolsek-mapolsek jajaran.

"Jadi, pengamanan di Mapolresta ada 50 personil yang disiagakan. Kemudian sisanya, disebar ke Mapolsek-mapolsek jajaran. Untuk di Mapolrsta Padang sendiri, kami juga tetap membuka layanan untuk publik, karena itu tugas utama kami selain menciptakan situasi kamtibmas," ujarnya.(*)

Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help