Kopassus Ikut Buru Kelompok Teroris Pascaserangan di Surabaya dan Riau

keberadaan Kopassus untuk menangani aksi terorisme ini berada di bawah kendali Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Kopassus Ikut Buru Kelompok Teroris Pascaserangan di Surabaya dan Riau
Tribunnews.com/Wahyu Aji
Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan kepada 1.720 prajurit Kopassus di Lapangan Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (10/11/2016). 

Dia menambahkan, "Kita akan hantam terus, kita akan kejar terus. Di beberapa daerah lain juga sudah bergerak."

Baca: Meski Belum Terbukti, ISIS Klaim Bertanggungjawab Atas Penyerangan di Mapolda Riau  

Jokowi Perintahkan TNI Bantu Polisi

Presiden Joko Widodo menginstruksikan TNI membantu Polri demi mengatasi aksi terorisme.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, berdasarkan perintah Presiden itu, Polri akan dibantu satuan TNI demi memberantas terorisme.

Menurut Moeldoko, Satuan TNI yang dikerahkan tergantung dari kebutuhan Polri.

Bisa nanti pengerahan Badan Intelijen Strategis untuk membantu intelijen dari kepolisian. Bahkan secara represif bisa menggunakan Satuan Gultor (Satuan 81) telah disiapkan," kata Moeldoko di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (14/5/2018).

Moeldoko menerangkan, tidak akan terjadi tumpang tindih kewenangan antara Polri dan TNI.

Menurutnya, TNI tetap berada di belakang Polri untuk memperkuat penanganan terorisme.

"Justru yang tetap yang di depan adalah kepolisian, TNI memberi perkuatan. Dikolaborasikan dalam menangani sebuah persoalan yang sama. Intinya di situ," jelas Moeldoko.

Baca: Tulis Soal Azab di Surat, Terduga Teroris Mapolda Riau Tewaskan Polisi yang Sering Ajak Salat  

Bom bunuh diri terjadi di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, kemarin.

Halaman
123
Editor: M Iqbal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help