Mapolda Riau Diserang

Pengamat Terorisme: Selain Polisi, Muslim Juga jadi Sasaran Jaringan Jamaah Ansharut Daulah

Jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) ramai disebut-sebut setelah anggotanya menjadi pelaku pengeboman di Surabaya.

Pengamat Terorisme: Selain Polisi, Muslim Juga jadi Sasaran Jaringan Jamaah Ansharut Daulah
TribunPekanbaru/DoddyVladimir
Polisi jadi korban penyerangan Mapolda Riau Rabu (15/5/2018) 

TRIBUNPEKANBARU.com -- Jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) ramai disebut-sebut setelah anggotanya menjadi pelaku pengeboman di Surabaya.

Ketua JAD Surabaya pun dinyatakan meninggal saat digerebek polisi di Rusun Wonocolo, Sidoarjo.

Pengamat terorisme Al Chaidar dalam wawancara tayangan televisi Berita Satu pada Rabu (16/5/2018) pukul 12.32, mengatakan teror yang terjadi di Mapolda Riau juga merupakan aksi dari JAD.

Hal ini diprediksi Chaidar berdasarkan lokasi, pengamatan, pengaruh aspek teori-teori tertentu di mana kelompok ini bergerak dan sudah ada pemetaan termasuk di daerah Riau (16/5/2018).

Baca: Polisi Amankan Sejumlah Senjata di Gubuk Kayu Terduga Teroris di Dumai

Baca: Sepucuk Surat Ditemukan di Pakaian Terduga Teroris yang Serang Polda Riau, Ini Isinya!

"Polisi merupakan salah satu di antara tiga sasaran mereka," kata Chaidar.

Chaidar juga menjelaskan bahwa umat muslim pun juga bisa menjadi sasaran jaringan JAD ini.

Suasana setelah ledakan bom di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuna, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). Akibat ledakan itu, 5 mobil dan 30 motor terbakar.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)
Suasana setelah ledakan bom di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuna, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). Akibat ledakan itu, 5 mobil dan 30 motor terbakar.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG) (KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

"Sasaran pertama itu tohud atau polisi.

Sasaran kedua itu kafirun yang biasanya menyasar tempat-tempat ibadah,

seperti gereja-gereja, bahkan masjid pun juga bisa dijadikan sasaran karena dianggap islam yang sesat.

Yang ketiga adalah fasikun, yaitu orang-orang muslim yang mereka anggap tidak menjalankan perintah agama, suka hura-hura, foya-foya, suka kongko-kongko di tempat-tempat tertentu, juga pertemuan-pertemuan partai, dsb," kata Chaidar.

Baca: Polisi Amankan Sejumlah Senjata di Gubuk Kayu Terduga Teroris di Dumai

Chaidar juga menambahkan tujuan dari JAD melakukan aksi bom ini karena cita-cita luhur mereka untuk masuk surga melalui serangan yang diperintahkan oleh seruan jihad.

Polisi jadi korban penyerangan Mapolda Riau Rabu (15/5/2018)
Polisi jadi korban penyerangan Mapolda Riau Rabu (15/5/2018) (TribunPekanbaru/DoddyVladimir)
Halaman
123
Editor: David Tobing
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help