Mapolda Riau Diserang

Sudah 33 Pelaku Teror Ditangkap, Tersebar di Sejumlah Wilayah di Indonesia, Termasuk di Riau

Aparat keamanan pun sudah dihimbau untuk lebih profesional dalam melindungi dan mengayomi masyarakat.

Sudah 33 Pelaku Teror Ditangkap, Tersebar di Sejumlah Wilayah di Indonesia, Termasuk di Riau
TribunPekanbaru/Doddy Vladimir
Pelaku teroris yang menyerang markas Polda Riau dilumpuhkan polisi Rabu (15/5/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Hendri Gusmulyadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Usai pemakaman Iptu Luar Biasa Anumerta H Auzar di TPU Mayang Sari, Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya, Wakapolri Komjen Syafruddin mengungkapkan tindakan sporadis yang terjadi Selasa pekan lalu di Rutan cabang Salamba, Kelapa Dua, Depok, bertepatan di wilayah Mako Brimob Polri, dan rentetannya hingga ke Mapolda Riau, Rabu (16/5/2018), memakan korban sampai 9 anggota Polri.

"5 Gugur, 4 luka-luka dan masih di rumah sakit. Ini (aksi teror, red) sedang dikembangkan oleh aparat, kait mengkait kemungkinan besar (aksi teror, red), tapi belum sampai kepada kesimpulan yang komprehensif," ungkap Wakapolri.

Oleh karenanya, Wakapolri menghimbau agar seluruh masyarakat tetap tenang, dan tidak panik.

Aparat keamanan pun sudah dihimbau untuk lebih profesional dalam melindungi dan mengayomi masyarakat.

Sebab, tanggung jawab kemanan ada di pundak aparat keamanan.

Baca: Kondisi Kompol Farid Setelah Dioperasi, Korban Bacok Samurai Saat Mapolda Riau Diserang

Baca: Terkait Aksi Teror Di Sejumlah daerah di Indonesia, Polri Jamin Keamanan Selama Ramadan

Baca: Fakta-fakta Teroris Riau: Identitas & Surat Wasiat Seruan Jihad Kami Akan Terus Memerangi Kalian

"Tanggung jawab ada di semua stakeholder, Polri, TNI dan seluruh aparat kementrian dan lembaga. Karena itu harus lebih profesional dan berhati-hati. Tugas utama kita adalah melindungi rakyat, supaya masyarakat mendapatkan jaminan keamanan dalam segala hal," tuturnya.

"Oleh karenanya saya juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang bekerja seperti biasa, jangan ada kepanikan, serahakan kepada aparat, TNI dan Polri, pemerintah, kementrian lembaga, dan seluruh stakeholder dan semuanya," ulasnya.

Syafruddin sangat yakin, semua masalah terkait teror yang terjadi di Indonesia dalam beberapa waktu belakangan akan selesai.

Sepanjang semua pihak tulus dan ikhlas dalam menjaga keamanan.

Sampai hari ini, telah tertangkap 33 orang terduga pelaku teror yang tertangkap di Indonesia, termasuk di dalamnya yang ditembak mati dan pelaku yang diduga teroris pada serangan di Mapolda Riau.

"Pelaku tersebar, di Riau sudah tertangkap 4, kemudian ada pengembangan 7 (pelaku, red) di Jawa Timur, di Jawa Barat, Jakarta, Tengerang dan sebagainya. Totalnya 33, tunggu saja (informasi, red) Polri melalui kabid humas yang akan menjelaskan secara utuh, supaya publik mendapatkan informasi yang utuh," katanya.

Baca: Ingat 2 WNA Asal Cina yang Ditangkap Kedapatan Jual Es di Bengkalis? Begini Nasib Mereka Sekarang 

Baca: Kisah Wanita yang Berhasil Lolos dari Jeratan Aliran Sesat, Saya Hampir Jadi Teroris

Baca: Narapidana Teroris Abu Bakar Baasyir Tanggapi Insiden Bom di Surabaya dan Sidoarjo, Bikin Adem

"Saya sangat minta tolong kepada teman-teman media untuk memberi berita yang komprehensif, ini kepentingan bangsa yang lebih utama dari pada kepentingan kelompok dan individu. Tolong jangan mencap hal-hal dengan sepenggal-penggal dan tidak tuntas. Jangan mencap kejadian tiga tahun yang lalu, kejadian di luar negeri dicap seolah-olah di Indonesia. Banyak berita hoax sekarang, jangan buat gaduh masyarakat, tanggung jawab ada di kita semua," tegasnya. (*)

Penulis: Hendri Gusmulyadi
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved