Mapolda Riau Diserang

Sudah Rajin ke Mesjid Sejak Kecil Inilah Sosok Ipda Auzar yang Tewas Saat Mapolda Riau Diserang  

Almarhum pernah terlihat sangat marah saat pulang kampung, karena melihat sejumlah anak muda setempat mabuk-mabukan di sebuah acara pesta

Sudah Rajin ke Mesjid Sejak Kecil Inilah Sosok Ipda Auzar yang Tewas Saat Mapolda Riau Diserang  
TribunPekanbaru/Theo Rizky
Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman Almarhum Iptu Luar Biasa Anumerta Auzar, personil Kepolisian Polda Riau korban meninggal dunia akibat serangan yang diduga aksi teror di Mapolda Riau yang dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mayang Sari Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, Rabu (16/5/2018). 

Anhar mengungkapkan, almarhum terakhir pulang kampung pada Maret 2018 lalu, saat acara meninggikan kubur kakak perempuan dari saudara ibunya.

"Kenangan terakhir yang masih saya ingat saat itu dia pulang kampung. Saya langsung dipeluk, dia menangis dan saya pun menangis. Tanpa alasan apapun mungkin dia tahu bahwa itulah pertemuan terakhir kami," ucap sedih Anhar.

Ia mengaku sangat mengenal baik almarhum.

Bukan hanya sebagai teman kecil dan saudara sepupu, tapi mereka juga bersama saat menimba ilmu di SD Negeri dan SMP Negeri di Kota Tengah Kelurahan Kepenuhan Tengah, Kecamatan Kepenuhan.

Mereka sampai harus mondok atau menumpang di rumah sanak saudara, karena jarak antara kampung ke Kota Tengah cukup jauh, dan saat itu masih banyak binatang buas seperti harimau.

Baca: Foto Suasana Haru di Rumah Duka Iptu Anumerta Auzar, Korban Serangan Teroris di Polda Riau

Baca: Fakta-fakta Teroris Riau: Identitas & Surat Wasiat Seruan Jihad Kami Akan Terus Memerangi Kalian

Baca: Kisah Wanita yang Berhasil Lolos dari Jeratan Aliran Sesat, Saya Hampir Jadi Teroris

"‎Keseharian almarhum orangnya baik. Dia tamat SMP masuk kerja di Kota Tengah. Dia berhenti bekerja dan masuk polisi di Pekanbaru. Seingat saya sekitar tahun 1982. ‎Setiap pulang kampung, ia biasa bertemu dengan teman-teman kecilnya dan warga, dan sering kerap memberikan nasehat,"‎ tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskanya, Almarhum Auzar, anak pertama dari lima bersaudara, dan ia sangat tidak suka melihat warga atau anak muda mabuk-mabukan, apalagi sampai memakai narkoba.

"Almarhum bahkan pernah terlihat sangat marah saat pulang kampung, karena melihat sejumlah anak muda setempat mabuk-mabukan di sebuah acara pesta," sebutnya.

Bahkan, kata Auzar, minuman keras yang memabukkan sampai ditendang almarhum.

Setelah mengetahui almarhum merupakan seorang polisi, anak-anak muda tersebut memilih membubarkan diri.

Halaman
123
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help