Padang

Gubernur Irwan Prayitno Ajak Masyarakat Dukung Pengembangan Geothermal

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyebut bahwa potensi panas bumi (geothermal) di Sumbar ada sekitar 1.600 MW yang tersimpan di 17 titik lokasi

Gubernur Irwan Prayitno Ajak Masyarakat Dukung Pengembangan Geothermal
riki
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno 

Laporan Kontributor Tribunpadang.com, Riki Suardi

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyebut bahwa potensi panas bumi (geothermal) di Sumbar ada sekitar 1.600 MW yang tersimpan di 17 titik lokasi. Namun hingga saat ini, potensi tersebut belum tergarap secara optimal.

"Kalau tak dimanfaatkan hanya terbuang saja. Jika ini dikelola dengan baik, hasilnya bisa untuk pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan memajukan pendidikan," kata Irwan Prayitno usai pelantikan pejabat eselon II di Aula Kantor Gubernur, Kamis (17/5/2018).

Baca: Ragam Promo Di The Premiere Hotel Selama Ramadan

Masyarakat, sebut Irwan, diharapkan mendukung proyek geothermal di Sumbar, karena keberadaan geotermal tersebut tidak akan merusak lingkungan. Sebab, tak satu pun pakar di dunia ini yang menyatakan bahwa geothermal dapat merusak lingkungan.

"Justru malah ramah lingkungan. Jika ada yang mengatakan begitu, maka itu hanya oknum saja. Silahkan cek di Solok Selatan, di daerah lain dan di luar negeri terkait pengembangan geothermal ini. Tidak ada yang menyatakan merusak lingkungan.," ujarnya.

Jika geothermal memang dapat merusak lingkungan, sambung Irwan, maka ia akan menjadi orang pertama yang menolaknya. "Jadi saya tegaskan, geothermal ini sama sekali tidak merusak lingkungan. Bantulah dan dukung kami dalam pengembangan geothermal ini," imbuhnya.

Di Sumbar, lanjutnya, baru satu titik yang sudah diolah, yakni di Solok Selatan. Kemudian yang terbaru, di Kabupaten Solok. Namun sayangnya, di sana ada sebagian masyarakat yang menolak keberadaan geothermal ini.

"Seharusnya masyarakat ikut mendukung geothermal ini, karena potensinya cukup besar, dan jangan potensi yang ada ini terbuang begitu saja," harapnya.

Baca: Riau Mulai Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Musim Kering

Irwan menegaskan bahwa dirinya tak punya kepentingan apapun terkait dengan pengembangan geothermal di Sumbar, Karena selesai menjabat jadi gubernur pada tahun 2021 mendatang, kemungkinan besar dirinya tak tinggal lagi di Sumbar.

Selain itu, lanjutnya, dirinya juga tak mencari hidup di Sumbar, karena sudah ada pekerjaannya di luar Sumbar. Namun apa pekerjaannya, orang nomor satu di lingkungan Pemerintahan Provinsi Sumbar itu enggan menyebutnya. "Ini bukan kepentingan saya, tapi kepentingan anak cucu," ucapnya.

Menurut Irwan, keberadaan geothermal berbeda dengan tambang. Untuk geothermal, kata dia, tak dibutuhkan analisa dampak lingkungan hidup (amdal). Selain itu, anggapan bahwa geothermal akan menyebabkan kebutuhan air minum masyarakat berkurang, menurutnya itu tidak benar.

Baca: Tak Banyak yang Tahu, Beginilah Sosok Kombes Rudy yang Lumpuhkan 3 Teroris di Mapolda Riau

"Kebutuhan air minum hanya pada kedalaman 10-20 meter saja. Sementara untuk panas bumi dari 1.000 meter sampai 1.500 meter. Dan itu, hanya uapnya saja yang diambil dan airnya akan dikembalikan lagi," tuturnya.

Kemudian adanya anggapan bahwa geothermal dapat mengancam kekeringan areal pertanian dan merusak hutan, itu juga salah, karena untuk areal pertanian hanya membutuhkan air permukaan.

"Sedangkan untuk hutan, geothermal membutuhkan hutan yang terjaga untuk keberlangsungan pasokan airnya. Jadi, tak mungkin investor geothermal merusak hutan dalam kegiatan operasionalnya, sementara mereka juga butuh air dalam operasionalnya," pungkas Irwan.(*)

Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help