Mapolda Riau Diserang

Sebelum Serang Polda Riau, Empat Teroris Kumpul di Gubuk, Warga Sempat Lihat Mobil Putih Masuk

Warga sekitar mengaku sempat melihat mobil Toyota Avanza putih singgah ke rumah Pak Ngah. Ada dugaan mobil itu yang dipakai menyerang Mapolda Riau.

Sebelum Serang Polda Riau, Empat Teroris Kumpul di Gubuk, Warga Sempat Lihat Mobil Putih Masuk
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
Tim Densus 88 Anti Teror Polri melihat kondisi terkini di gubuk milik terduga teroris, MR alias Pak Ngah, Kamis (17/5/2018). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Satu terduga teroris yang menyerang Mapolda Riau, Mursalim alias Ical alias Pak Ngah ternyata sempat bersembunyi di satu gubuk kayu Jalan Santri As Sakinah, Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai.

Kawasan itu jaraknya cukup jauh dari Jalan Raya Dumai-Pelintung.

Posisinya juga berada di antara rimbun kebun sawit.

Baca: Selain 2 Polisi yang Tembak Mati Empat Teroris di Polda Riau, 3 Personel Ini Juga Naik Pangkat

Kondisi dalam gubuk milik satu terduga teroris, MR alias Pak Ngah di Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai. Pak Ngah dan keluarga sempat tinggal di sini selama satu tahun lebih di areal perkebunan sawit ini.
Kondisi dalam gubuk milik satu terduga teroris, MR alias Pak Ngah di Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai. Pak Ngah dan keluarga sempat tinggal di sini selama satu tahun lebih di areal perkebunan sawit ini. (Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang)

Ada dugaan pria itu sempat menyusun rencana di gubuk tersebut bersama terduga teroris lainnya.

Warga sekitar mengaku sempat melihat mobil Toyota Avanza putih singgah ke rumah Pak Ngah.

Ada dugaan mobil itu yang mereka pakai untuk menyerang Mapolda Riau, Rabu (16/5). Mobil itu sempat datang ke gubuk.

Suasana gubuk pun mendadak ramai orang. Warga sekitar tidak tahu kegiatan di gubuk itu.

"Biasanya cuma beliau sama istri dan anaknya saja. Tapi kemarin sempat ramai," terang warga di dekat gubuk itu, Samsul kepada Tribun, Rabu sore.

Baca: Guru PNS yang Diduga Teroris di Probolinggo Ajari Anak-anak Sekitarnya Memanah dan Menembak  

Menurutnya, Senin lalu ia masih berjumpa dengan Pak Ngah.

Pria itu hanya tinggal sendiri di gubuk kayu tersebut.

Halaman
123
Penulis: Fernando
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help