Bangkit Melawan Terorisme, Mari Sebarkan Ajaran Positif Lewat Pendidikan

‘’Senjata bisa membunuh teroris, tapi pendidikanlah yang memberantas terorisme’’. (Malala Yousafzai, Peraih Nobel Perdamaian 2014).

Bangkit Melawan Terorisme, Mari Sebarkan Ajaran Positif Lewat Pendidikan
ist
Eva Juli Silaban 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- ‘’Senjata bisa membunuh teroris, tapi pendidikanlah yang memberantas terorisme’’. (Malala Yousafzai, Peraih Nobel Perdamaian 2014).

 Seorang gadis Pakistan bernama Malala Yousafzai yang berusia 16 tahun pernah ditembak tepat di kepalanya oleh militan Taliban karena mengampanyekan hak perempuan atas pendidikan.

Setelah menjalani operasi di Inggris, gadis tersebut tampak sehat walau masih terdapat kekakuan di sisi kiri wajahnya ketika memberikan sebuah pidato sebelum meluncurkan plakat stainless dalam pembukaan Perpustakaan umum terbesar di Eropa yaitu Library of Birmingham, (Kompas, 3 September 2013).

Gadis ini sangat percaya diri mengatakan bahwa tidak ada senjata yang lebih besar dari pengetahuan dan tidak ada sumber pengetahuan yang lebih besar dari kata-kata yang tertulis.

Baca: Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris di Rokan Hilir   

Walau hampir tewas karena peluru yang menyerempet otaknya, namun hal itu tidak dapat membungkamnya.

Seiring dengan kasus terorisme yang sedang marak di Indonesia, keberanian gadis ini patutlah ditiru.

Indonesia dengan duka yang mendalam akibat kebiadaban Teroris harus segera bangkit melawan, karena untuk saat ini bungkam bukanlah jawaban yang tepat.

Kisah pilu ledakan Bom Gereja di Surabaya pada 13 Mei 2018 yang menewaskan 11 orang dan 41 orang korban luka-luka lalu disusul dengan ledakan Bom Motor di Mapolresta Surabaya pada 14 Mei 2018 dengan 10 korban luka-luka tentu masih meninggalkan luka pahit bagi bangsa Indonesia.

Selang beberapa hari setelah kejadian tersebut, terdengar kabar bahwa salah seorang Polisi meninggal akibat ditabrak dengan sengaja oleh teroris yang berusaha menembus Polda Riau pada 16 Mei 2018.

Beragam kejadian ini tentu mendapatkan respon beragam dari masyarakat Indonesia.

Halaman
123
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help