Pelalawan

Mesin PLTD di Desa Pualu Muda Meledak, 230 KK Terancam Gelap Gulita

Akibat ledakan itu mesin PLTD beserta bangunannya ludes terbakar hingga hangus.

Mesin PLTD di Desa Pualu Muda Meledak, 230 KK Terancam Gelap Gulita
Tribunpelalawan.com/Johanes
Mesin Pembangkit Listrik Tenga Diesel (PLTD) yang ada di Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti meledak pada Minggu (20/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribunpelalawan.com, Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, TELUK MERANTI- Mesin Pembangkit Listrik Tenga Diesel (PLTD) yang ada di Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti meledak pada Minggu (20/5/2018).

Kejadian berlangsung pagi subuh sekita pukul 02.30 wib.

Akibat ledakan itu mesin PLTD beserta bangunannya ludes terbakar hingga hangus.

Baca: Pembangunan PLTD Terbengkalai

Bahkan rumah milik penjaga yang selama ini mengoperasikan pembangkit listrik itu ikut dilalap api sampai nyaris rata dengan tanah.

"Kejadan pas kami mau sahur tadi subuh. Langsung terdengar ledakan dan terbakar semuanya," ungkap tokoh masyarakat Desa Pulau Muda, Rusli, kepada tribunpelalawan.com.

Rusli menceritakan, awalnya tidak ada masalah atau tanda-tanda yang berbeda dari mesin PLTD yang sudah bertahun-tahun digunakan masyakarat untuk mengaliri listrik dan penerangan.

Menjelang umat Muslim hendak bersantap sahur, tiba-tibanya saja terdengar ledakan cukup keras dari dalam ruangan PLTD.

Hal ini membuat semua warga yang mendengarnya kaget.

Baca: Heboh Jendela Kokpit Meledak Pecah & Hampir Menghisap Pilot Keluar, Pesawat Mendarat Darurat

Saat warga keluar dari rumah melihat apa yang terjadi, ternyata api sudah membesar dan mengusai seluruh bangunan, termasuk rumah pejaga PLTD.

Api membesar lebih cepat lantaran bahan bakar yang ada serta material bangunan terbuat dari kayu. Hingga semuanya ludes dilalap si jago mera.

"Pastinya kami akan kegelapan. Karena itu satu-satunya sumber arus listrik bagi warga," tambahnya.

Rusli mengungkapkan, selama ini warga Pulau Muda bergantung ke mesin PLTD tersebut untuk kebutuhan rumah tangga.

Total masyarat yang menjadi pelanggan pembangkit listrik alternatif itu mencapai 230 Kepala Keluarga (KK). (*)

Penulis: johanes
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help