Siak

Dilarang Berjualan 2 Minggu Sebelum dan Sesudah Lebaran di Lokasi Ini, PKL Ancam Demo Bupati Siak

"Kita masih menunggu sampai Rabu besok, agar permintaan kami diizinkan beroperasi 2 minggu sebelum lebaran dan 2 minggu setelah lebaran," kata Dedi

Dilarang Berjualan 2 Minggu Sebelum dan Sesudah Lebaran di Lokasi Ini, PKL Ancam Demo Bupati Siak
Tribunsiak.com/Mayonal Putra
Bupati LIRA Kabupaten Siak Dedi Irama, ST pendamping PKL dari LIRA Siak menyampaikan aspirasi pedagang pada RDP di komisi IV DPRD Siak, Senin (28/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribunsiak.com, Mayonal Putra

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Puluhan pedagang kakilima (PKL) dan penyedia jasa pernainan anak mengaku sudah tidak tahan dengan alasan pihak Pemkab Siak.

Pemkab Siak bersikeras tidak membolehkan PKL dan penyedia jasa permainan anak untuk beroperasi baik di bilangan Siak Bermadah, maupun di taman depan Kelenteng Hock Siu Kiong.

Alasannya karena seluruh taman dan ruang publik dipersiapkan untuk memperoleh titel kota pusaka.

Sehingga mereka khawatir fasilitas umum rusak akibat tumbuhnya ekonomi kerakyatan di atasnya.

Baca: Penggusuran PKL di Depan Klenteng Siak, Ini Tanggapan LIRA

Akibatnya, muncul semangat perlawanan para PKL sehingga berencana menggelar aksi demonstrasi.

"Kita masih menunggu sampai Rabu besok, agar permintaan kami diizinkan beroperasi 2 minggu sebelum lebaran dan 2 minggu setelah lebaran," kata Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) kabupaten Siak, Dedi Irama ST, usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar komisi IV DPRD Siak antara PKL dan Pemkab Siak, Senin (28/5/2018) di DPRD Siak.

Jika tidak, pihaknya bakal menggelar demonstrasi besar-besaran ke kantor bupati Siak dan Dinas PU Tarukim Siak.

Dalam rapat itu, tuntutan PKL dan penyedia jasa pernainan anak, Siak tidak digubris pihak Pemkab Siak.

Pihak PKL dan penyedia jasa permainan anak dihadiri lebih kurang 50 orang.

Halaman
12
Penulis: Mayonal Putra
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help