Ini Penyebab Listrik di Malaysia Lebih Murah daripada Listrik Indonesia

Sebanyak 65 persen biaya produksi listrik dari bahan bakar. Kalau energi primernya bisa lebih murah, dapat menghemat anggaran.

Ini Penyebab Listrik di Malaysia Lebih Murah daripada Listrik Indonesia
TribunPekanbaru/Mayonal Putra
Ketua Umum DPP SP PT PLN, Jumadis Abda saat berkunjung ke kabupaten Siak 

Laporan wartawan Tribunsiak.com, Mayonal Putra

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Ketua Umum DPP Serikat Pekerja (SP) PT PLN (persero), Jumadis Abda meminta dukungan masyarakat Riau untuk mendesak pemerintah tidak menjual gas alam ke luar negeri. Sebab, gas alam tersebut menjadi sumber energi primer dengan harga lebih murah.

"Dari sisi harga, Indonesia jauh lebih mahal daripada Malaysia. Padahal dalam perut bumi kita terdapat sumber energi primernya, yang selama ini belum optimal digunakan untuk pembangkit listrik kita," kata Jumadis Abda, Selasa (29/5/2018).

Baca: Parkir di Terminal AKAP 6 Baterai Bus Transmetro Pekanbaru Diembat Maling

Dari SP seluruh Indonesia sedang memperjuangkan hal tersebut ke direksi PLN agar negara tidak lagi menjual gas alam tersebut. Supaya kekayaan bumi Indonesia ini dipergunakan untuk kesejahteraan masyarakat dalam negeri.

Ia menguraikan, harga listrik hanya Rp 700 per kWH di Malaysia. Sedangkan di Indonesia mencapai Rp 1.352 per kWH. Akibatnya, pelanggan harus membayar lebih mahal yang menyebabkan lamban terwujudnya kesejahteraan yang merata.

"Kami dari SP selalu membicarakan bagaimana kita bisa menghadirkan listrik lebih murah? Bagaimana caranya? dari sumber energi primernya, bagaimana tidak menggunakan mesin lagi agar listrik bisa murah," kata dia.

Baca: Ace Hardware Living World Sediakan Banyak Promo Menarik 

Ia mengemukakan, sebanyak 65 persen biaya produksi listrik dari bahan bakar. Kalau energi primernya bisa lebih murah, dapat menghemat anggaran.

"Sayangnya, pemerintah banyak mengekspor dari pada penggunaan untuk dalam negeri," kata dia.

Ia menambahkan, harga listrik bisa sangat murah di Indonesia asalkan sumber energi primernya dari produksi gas alam. Sementara produksi gas alam Indonesia sangat memadai untuk listrik. Produksi gas alam Indonesia saat ini sebanyak 7.000 MMSCFD.

Baca: Menilik Manfaat Sistem Informasi Terintegrasi Berbasis Aplikasi Mobile yang Diluncurkan Pemkab Inhil

Produksi sebanyak itu bisa untuk 42 ribu mW kalau digunakan untuk listrik. Sedangkan sekarang beban puncak Indonesia baru 34 ribu mW.

Halaman
12
Penulis: Mayonal Putra
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help