Kampar

Panwaslu Kampar Belum Terima Laporan Asisten I Diduga Terlibat Politik Pilkada Riau

Marhaliman mengaku belum terima laporan terkait dugaan keterlibatan Asisten I Sekretariat Daerah Kampar, Ahmad Yuzar dalam Pilkada Riau.

Panwaslu Kampar Belum Terima Laporan Asisten I Diduga Terlibat Politik Pilkada Riau
Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Fernando Sihombing

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kampar, Marhaliman mengaku belum menerima laporan terkait dugaan keterlibatan Asisten I Sekretariat Daerah Kampar, Ahmad Yuzar dalam Pemilihan Kepala Daerah Riau.

Ia baru tahu saat dikonfirmasi, Selasa (29/5/2018) sore.

"Dari Panwascam tidak ada laporan. Dari PPL juga nggak ada," kata Marhaliman, Selasa pada Tribunpekanbaru.com.

Sebelumnya, Ketua Komisi I DPRD Kampar, Repol mengemukakan rencana rapat dengar pendapat atau hearing pekan depan.

Komisi I akan memanggil dan meminta keterangan dari Ahmad Yuzar, Camat Koto Kampar Hulu dan Kepala Desa di Koto Kampar Hulu.

Baca: Awas! Perusahaan yang Tak Bayar THR Karyawan Bakal Kena Sanksi, Disnaker Buka Posko Pengaduan

Hearing diagendakan setelah Komisi I menerima laporan terkait kegiatan Ahmad Yuzar.

Repol menyebutkan, Yuzar mengumpulkan kades. Tujuannya diduga untuk mengarahkan kades memenangkan salah satu Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau.

Komisi I juga berencana mengundang Panwaslu dalam hearing.

Marhaliman mengaku belum menerima undangan Komisi I.

Baca: Dituduh Selingkuh, Angga Wijaya Balas Dewi Perssik dengan Ungkapan Mengejutkan Ini

Ia menilai hearing tersebut sah-sah saja. Menurut dia, hearing berbeda dengan kewenangan penindakan pada Panwaslu.

"Hearing mungkin saja terkait hubungan kelembagaan antara legislatif dan eksekutif. Legislatif mau mempertanyakan netralitas Asisten I," jelas Marhaliman.

Ia menyarankan pihak yang memiliki bukti agar melapor ke Panwaslu.

Selanjutnya Panwaslu akan menelaah laporan dan menindaklanjutinya.

"Kita siap dan terbuka menerima laporan, menganalisa dan menindaklanjutinya," tandas Marhaliman. (*)

Penulis: nando
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help