Ramadan 1439 H

13 Keistimewaan Rutin Membaca Al-Qur'an

Orang yang rutin menyibukkan dirinya membaca Al-Qur'an mempunyai aneka macam keistimewaan

13 Keistimewaan Rutin Membaca Al-Qur'an
TRIBUNPEKANBARU.COM/THEO RIZKY
MENGAJI - Remaja Mesjid Al Muslimin tengah mengaji bersama di Pondok Quran Mesjid Al Muslimin Pekanbaru, Senin (29/5/2017). Kegiatan mengaji tersebut rutin diadakan setiap hari selama Bulan Ramadhan pada waktu-waktu tertentu. (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Malam 17 Ramadhan adalah malam turunnya Al-qur'an.

Di Indonesia setiap malam 17 Ramadhan, biasanya dilakukan tausyiah bertemakan Nuzulul Qur'an.

Dilansir dari laman NU Online, di antara pintu terbesar untuk mencapai kelapangan hidup agar tidak terjebak dalam kesempitan yang membelenggu adalah dengan membaca Al-Qur'an.

Hati bisa sewaktu-waktu berkarat sebagaimana besi, mengingat kematian dan membaca Al-Qur'an merupakan media pembersih karat tersebut.

Baca: Nuzulul Quran 2018, Ini Waktu Utama untuk Membaca Alquran

Baca: Meski Hidup Miskin Bersama Ibu dan 3 Adik, Remaja Kembar Asal Aceh Ini Bisa Hafal Alquran 30 Juz 

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berikut:

Artinya: "Sesungguhnya hati itu bisa korosi sebagaimana besi ketika bertemu dengan air. Kemudian ada yang bertanya kepada Baginda Nabi, 'Ya Rasulallah, lalu apa yang dapat menghilangkan korosi tersebut?' Rasul menjawab, 'Banyak mengingat kematian dan membaca Al-Qur'an'." (HR Baihaqi).

Orang yang rutin menyibukkan dirinya membaca Al-Qur'an mempunyai aneka macam keistimewaan sebagaimana dikutip Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki dalam kitabnya Abwâbul Faraj, Dârul Kutub al-Ilmiyyah, Beirut, 1971, halaman 73 sebagai berikut:

Pertama, mereka diakui sebagai keluarga Allah (ahlullah) dan orang keistimewaannya yang terpilih.

Kedua, orang yang mahir membaca Al-Qur'an ditempatkan bersama malaikat-malaikat pencatat yang patuh kepada Allah yang selalu berbuat kebaikan.

Baca: Malam Nuzulul Quran, Ustadz Abdul Somad Akan Isi Tausiyah di Mesjid Annur Pekanbaru Malam Ini

Baca: Terbuat dari Sutera, Al-Quran Setebal 610 Halaman Ini Dihargai Rp 2,8 Miliar

Menurut al-Qurthubi sebagaimana dikutip dalam kitab Fathul Bârî, yang dimaksud mahir di sini adalah orang yang cerdas, maksudnya, hafalan dan tajwidnya sama-sama mempunyai kualitas bagus, tidak perlu mengulang-ulang.

Halaman
12
Penulis: harismanto
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved