Apindo Riau: Agar Dunia Usaha Tetap Berjalan Normal Perlu Ada Stabilitas Nilai Tukar

Menurut Apindo, agar dunia usaha tetap berjalan normal, perlu ada stabilitas nilai tukar.

Apindo Riau: Agar Dunia Usaha Tetap Berjalan Normal Perlu Ada Stabilitas Nilai Tukar
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Hendri Gusmulyadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Kapala Bank Indonesia (BI) perwakilan Riau Siti Astiyah belum lama ini mengatakan, ekonomi domestik saat ini masih dalam kondisi baik.

Ditunjukkan oleh angka inflasi yang masih sesuai target, di samping pertumbuhan ekonomi yang juga cukup bagus.

Ia menjelaskan, pelaku industri tidak perlu khawatir.

Sebab kondisi nilai tukar rupiah saat ini sudah mulai menunjukkan penguatan.

"Pelemahan rupiah yang terjadi belakangan ini (Mencapai Rp. 14.000, red) hanya bersifat sementara, sehingga tidak perlu ditanggapi secara terburu-buru," papar Siti.

Dirinya menyebutkan, pelemahan nilai tukar tidak semua berdampak negatif, namun juga memberi efek positif di beberapa sektor industri seperti ekspor.

Baca: Letusan Gunung Berapi Kubur Satu Desa, 25 Orang Tewas, Ini Foto dan Videonya

Baca: Sebanyak 100 Ribu Guru Hononer Diusulkan Kemendikbud jadi PNS Tahun Ini

Baca: Sebelum Libur Nasional Pemko Pekanbaru Sudah Bayarkan THR, Jumlahnya Rp 60 Miliar 

Untuk Riau, tingginya nilai tukar rupiah tidak terlalu menguntungkan terhadap ekspor komoditi minyak kelapa sawit Riau.

Disebabkan impor Riau yang juga cukup besar pada industri pengolahan, membuat nilai ekspor Riau bisa tertekan jauh.

Terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Riau, Wijatmoko Rah Trisno belum lama ini menuturkan, sebagai organisasi yang punya hubungan langsung dengan dunia industri, pada dasarnya berapapun nilai tukar rupiah terhadap dolar bukan masalah bagi dunia usaha.

Menurut Apindo, agar dunia usaha tetap berjalan normal, perlu ada stabilitas nilai tukar.

"Stabilitas itu yang menjadi tolak ukur utama. Tapi kalau ketinggian juga menyulitkan bagi pengusaha (domestik, red). Yang menguntungkan itu justru bagi pengusaha ekspor," ujar Wijatmoko.(*)

Penulis: Hendri Gusmulyadi
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved