Harapan Pada Profesional dan Akuntabel Kepolisian Mengurai Aksi Infiltrasi Jaringan Teroris

Kita berharap aparat mampu melakukan langkah profesional dan akuntabel dalam mengurai aksi infiltrasi jaringan teroris

Harapan Pada Profesional dan Akuntabel Kepolisian Mengurai Aksi Infiltrasi Jaringan Teroris
ist
Cecep Suryadi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Genap sepekan sejak DPR mengetuk palu pengesahan Undang-undang tentang Tindak Pidana Terorisme.

Aparat melakukan penangkapan terduga jaringan teroris di kampus Fisip, universitas Riau.

Kita berharap aparat mampu melakukan langkah profesional dan akuntabel dalam mengurai aksi infiltrasi jaringan teroris yang telah menyasar kehidupan kampus.

Baca: Saat Mudik, Bagi Peserta JKN-KIS BPJS Kesehatan Masih Berhak Dapat Layanan Kesehatan di Mana Pun

Dengan di sahkannya UU tindak pidana teroris tersebut, kita mendukung aparat utk mengambil langkah-langkah yang diperlukan utk melindungi masyarakat dari segala resiko.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain, jika dalam keadaan terdesak pihak kepolisian dapat langsung melakukan penyadapan kepada terduga teroris untuk mengurai aktor intelektual,motif dan sebagainya

Polisi harus kembangkan penyelidikan secara komprehensif dalam keadaan mendesak penyidik kepolisian bisa langsung melakukan penyadapan kepada terduga teroris, hal ini tentu atas penetapan ketua pengadilan negeri setempat.

Baca: FOTO: Buka Bersama Karyawan Tribun Pekanbaru

Penyadapan dilakukan bersifat rahasia digunakan untuk kepentingan penyidikan tindak pidana terorisme.

Penyadapan juga wajib dilaporkan kepada atasan penyidik dan dilaporkan ke kementerian komunikasi dan informatika.
Hal tsb sesuai dg pasal 31 dan 31 A UU tindak pidana teroris.

Selanjutnya, perlu dilakukan langkah-langkah pencegahan, hal ini harus dilakukan oleh pemerintah termasuk perguruan tinggi dan instansi terkait secara berkesinambungan dengan berpijak pada prinsip perlindungan hak asasi manusia dan prinsip kehati-hatian.

Baca: Dirjen Otda: Pembayaran THR ASN Disesuaikan dengan Kemampuan Keuangan Daerah

Pencegahan harus segera dioptimalkan baik melalui upaya kontra radikalisasi maupun upaya deradikalisasi.

Pihak universitas perlu melakukan pembinaan mahasiswa secara ekstra. Dengan cara yang edukatif dan simpatik. Jangan sampai infiltrasi jaringan teroris mendapatkan ruang dikehidupan kampus, dengan dalih berlindung di balik kebebasan akademik sekalipun.

Baca: Dirjen Otda: Pembayaran THR ASN Disesuaikan dengan Kemampuan Keuangan Daerah

Para aktivis mahasiswa pun hendaknya dibekali dengan pemahaman dan kematangan yang cukup agar mampu menjadi aktor utama dalam upaya menolak infiltrasi jaringan teroris di kampus.(*)

Cecep Suryadi ( mantan ketua umum BEM Universitas Riau)

Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help