Kampar

Bupati Kampar Minta Percaloan Tenaga RTK Diusut, Begini Respon Kejari Kampar

Bupati Kampar, Azis Zaenal meminta dugaan pidana praktik percaloan dalam perekrutan Tenaga Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) diusut.

Bupati Kampar Minta Percaloan Tenaga RTK Diusut, Begini Respon Kejari Kampar
Tribun Pekanbaru/Nando
Bupati kampar Azis zainal melakukan dialog dengan RTK 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Bupati Kampar, Azis Zaenal meminta dugaan pidana praktik percaloan dalam perekrutan Tenaga Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) diusut.

Kejaksaan Negeri Kampar mengakui permintaan Bupati tersebut.

Kepala Seksi Kejari Kampar, Devitra Romiza mengatakan, dirinya sudah menyampaikan agar para Tenaga RTK bersedia bekerja sama untuk mengusut praktik percaloan itu. Hal itu telah disampaikannya kepada Tenaga RTK saat mendatangi Kantor Kejari dalam aksi mereka, Senin (4/6/2018).

Baca: KONI Pekanbaru Segera Serahkan Bonus Porprov Kampar 2017

Devitra menyatakan, pihaknya terbuka dengan upaya mengungkap praktik percaloan tersebut. Ia sudah menyarankan agar Tenaga RTK membuat laporan ke Kejari sebagai dasar penindaklanjutan.

"Kita terbuka aja. Silakan. Kita sediakan ruangan (tempat melapor)," ujar Devitra. Menurut dia, para Tenaga RTK sebenarnya lebih fokus dengan tuntutan terkait nasib mereka.

Baca: Mantan Kabid Cipta Karya Dinas PU Bengkalis Turut Dimintai Keterangan oleh KPK

Devitra mengatakan, Tenaga RTK berharap status mereka mendapat kejelasan. Sebab hingga kini, mereka belum meneken kontrak untuk tahun 2018. Selain itu, mereka juga belum menerima honor.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kampar, Nurbit mengemukakan, honorarium rutin atau bulanan Tenaga RTK tidak memiliki payung hukum. RTK merupakan turunan program Jaminan Persalinan (Jampersal) yang mekanisme honorariumnya diatur oleh Kementerian Kesehatan.

Baca: Bupati Harris Ingatkan Perusahaan Jangan Sampai Telat Bayarkan THR Karyawan

Menanggapi hal itu, Devitra menyatakan, baru keterangan sepihak. "Kita akan mendengar penjelasan dari semua pihak," kata Devitra. Namun ia belum bisa memberi penjelasan ihwal persoalan Tenaga RTK. "Kita mau pelajari dulu," imbuhnya. (*)

Penulis: Fernando Sihombing
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved