3 Kapal Nelayan Sumut Disandera Warga Rohil, Ini Penyebabnya

Warga Panipahan Rokan Hilir menyandera tiga kapal nelayan asal Sumatera Utara Selasa (5/6/2018). Kapal tersebut menggunakan alat tangkap yang dilarang

3 Kapal Nelayan Sumut Disandera Warga Rohil, Ini Penyebabnya
ist
Warga Panipahan Rokan Hilir menyandera tiga kapal nelayan asal Sumatera Utara Selasa (5/6). Ketiga kapal ini memasuki perairan Riau dengan menggunakan alat tangkap yang dilarang pemerintah yakni Trawl atau pukat hela. 

Laporan wartawan Tribunpekanbaru.com,  Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Warga Panipahan Rokan Hilir menyandera tiga kapal nelayan asal Sumatera Utara Selasa (5/6/2018).

Ketiga kapal ini memasuki perairan Riau dengan menggunakan alat tangkap yang dilarang pemerintah yakni Trawl atau pukat hela.

Baca: Pimpinan DPRD Riau Ini Sebut Tertutup Peluang Embarkasi Haji, Ini Alasannya

Saat ini ketiga kapal tersebut masih diamankan di Rokan Hilir sedangkan nelayan yang membawa kapal tersebut sudah melarikan diri. Masyarakat setempat sudah gerah karena seringnya aksi ilegal fishing yang dilakukan nelayan asal Sumut di perairan mereka.

"Tiga Kapal ini dari Sumatra Utara tepatnya dari Tanjung Balai Asahan, sekarang sudah diamankan di Cabang Dinas Perikanan dan Kelautan yang ada di Rokan Hilir, "ujar Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau Herman Mahmud kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (6/6/2018).

Baca: Komunitas Muslimah Fatimah Azzahra Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

Menurut Herman Mahmud pihaknya mengupayakan agar ada mediasi perdamaian antara masyarakat nelayan di Rokan Hilir tersebut dengan nelayan asal Sumut yang juga melibatkan Dinas Perikanan dan Kelautan Sumut.

"Namun sampai sekarang masyarakat tidak mau damai mereka tetap menuntut agar ditindak tegas, karena sudah dimediasi juga sama TNI Angkatan Laut disana, "ujar Herman Mahmud.

Baca: VOC Berbagi Bersama Anak Yatim Panti Asuhan Ali Annafii

Oleh Dinas Perikanan dan Kelautan sendiri melalui Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) nya akan melakukan penyidikan terhadap nelayan asal Sumut yang menggunakan alat tangkap terlarang tersebut.

"Tentunya akan ada proses hukum karena mereka gunakan alat tangkap yang dilarang pemerintah, dan ada aturannya yang sudah mengatur, "ujarnya.

Baca: VOC Berbagi Bersama Anak Yatim Panti Asuhan Ali Annafii

Diakui Herman untuk daerah Rohil sendiri sudah sering konflik terjadi antara Nelayan Rohil dengan Sumut, karena nelayan Sumut masuk ke perairan mereka dengan menggunakan alat tangkap yang canggih dan terlarang.

" Memang sudah sering itu warga berkonfik diperbatasan itu, dan masalahnya sama, nelayan Sumut masuk ke perairan Panipahan Rohil, "ujar Herman.

Baca: YFCC Riau Gelar Lomba Essay, Temanya Soal Sampah, Berakhir 10 Juni 2018

Sedangkan untuk jangka panjang penyelesaian konflik nelayan ini, setelah lebaran nanti Dinas Perikanan dan Kelautan Riau akan melakukan pertemuan dengan DKP Sumut dan disepakati nantinya perjanjian untuk mengawasi dan melindungi nelayan didaerah tersebut.

"Saya sudah telpon ke Sumatera Utara dan setelah lebaran nanti akan ada pertemuan bahas ini, untuk kapan tiga unit saat ini kita masih berupaya memediasi warga agar bisa berdamai saja, "ujar Herman Mahmud.(*)

Penulis: Nasyuha
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help