Mudik 2018

Kenali Gejalanya, Lakukan Langkah Ini untuk Mencegah Microsleep Saat Mudik

Salah satu yang dapat dialami para pengemudi di jalan adalah gejala microsleep. Hati-hati

Kenali Gejalanya, Lakukan Langkah Ini untuk Mencegah Microsleep Saat Mudik
.
Ilustrasi antisipasi saat mengemudi mobil 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Mudik ke kampung halaman di masa libur Lebaran nanti bisa jadi suatu pekerjaan yang melelahkan.

Salah satu yang dapat dialami para pengemudi di jalan adalah gejala microsleep.

Microsleep adalah kondisi ketika tubuh tidur sementara. Kondisi ini dapat terjadi pada pengemudi kendaraan yang berakibat fatal hingga menimbulkan kecelakaan.

"Microsleep terjadi karena kondisi stagnan. Bisa karena lintasan jalan yang lurus terus, momen kemacetan sehingga kendaraan stop and go. Semua bisa terjadi. Solusinya adalah membuat otak untuk terus bekerja," ucap Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu saat dihubungi pada Minggu (3/6/2018) seperti yang dilansir dari Kompas.com

Jusri memaparkan, saat kondisi stagnan pengemudi cenderung bosan sehingga pegemudi hanya melihat jalan tanpa melakukan antisipasi. Ini yang membuat otak tidak aktif bekerja.

Contohnya, pengemudi melihat ada pejalan kaki. Bila otak terstimulus bekerja, pengemudi tidak hanya melihat pejalan kaki tersebut, tapi melakukan langkah antisipasi bila pejalan kaki tersebut tiba-tiba menyeberang.

Maka, sejak dini ia akan memperlambat lajunya atau membunyikan klakson.

Baca: Jangan Pernah Lupakan Kartu BPJS Kesehatan Anda Saat Mudik

Baca: 9-10 Juni Diprediksi Puncak Arus Mudik di Dumai, Ada 3 Perlintasan Utama Pemudik 

Baca: 3 Titik Pos Pengamanan dan 1 Pos Pelayanan Mudik Mulai Dioperasikan Besok

Baca: Polda Riau Antisipasi Arus Mudik Jalur Barat, Rawan Longsor dan Macet

"Jadi langkah pertama itu dia melihat tidak sekadar melihat, tapi juga membaca situasi. Kalau dia sekadar melihat jadinya otak tidak terstimulus bekerja. Sama seperti saat pengemudi melewati polisi tidur dengan kecepatan tinggi, itu artiya dia sekadar melihat karena polisi tidur tidak datang tiba-tiba," ucap Jusri.

Langkah kedua pencegahan microsleep adalah dengan membuat pola melihat kaca spion kendaraan.

Pola ini dapat dilakukan dengan siklus 5-8 detik.

Hal itu bertujuan untuk mengetahui kondisi di sekitar kendaraannya, terutama bila kendaraan tiba-tiba berhenti, pengemudi harus tahu selain kondisi di depan kendaraan karena bahaya juga dapat datang dari sisi belakang kendaraan.

"Langkah berikutnya, untuk pencegahan dan menghindari kondisi stagnan, selalu melewati rute yang berbeda. Jangan yang itu-itu saja sehingga menstimulasi otak untuk bekerja dan terhindar dari kondisi microsleep," ucap Jusri.

Editor: Sesri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved