Indragiri Hilir

Kesal, Mau Mudik Calon Penumpang Diresahkan Pungli di Pelabuhan Pelindo I Tembilahan

Penumpang Pelabuhan Pelindo I Tembilahan (Pelabuhan Batam) mengeluhkan praktek percobaan pungutan liar

Kesal, Mau Mudik Calon Penumpang Diresahkan Pungli di Pelabuhan Pelindo I Tembilahan
Tribun Pekanbaru/Fadhli
Aktifitas di Pelabuhan Pelindo I Tembilahan, Selasa (12/6/2018 

Laporan Reporter Tribuntembilahan.com : T. Muhammad Fadhli.

TRIBUNTEMBILAHAN.COM, TEMBILAHAN – Penumpang Pelabuhan Pelindo I Tembilahan (Pelabuhan Batam) mengeluhkan praktek percobaan pungutan liar (Pungli) dengan meminta nominal tarif kupon asuransi perjalanan Jasa Raharja tidak sesuai dengan tarif yang tertera di kupon.

Baca: Senapan SS4 Karya Anak Bangsa Kalahkan AK-47 Rusia, Ini 4 Senjata Buatan Pindad yang Mendunia 

Vi (26) seorang penumpang Kapal Ferry jurusan Tembilahan – Sungai Guntung menuturkan, oknum petugas pemungut asuransi tersebut langsung mematok tarif asuransi yang harus dibayarkan penumpang tidak sesuai dengan kupon.

“Jadi dia (petugas) nembak langsung minta Rp. 5 ribu untuk harga kupon. Jadi aku tanyain kok Rp. 5 ribu, bukannya berdua Rp 4 ribu. Karena satu orang tertera di kupon Rp. 2 ribu. Baru dijawabnya tidak ada uang kembalian katanya, padahal aku liat diatas mejanya itu banyak uang Rp. 2 ribuan gitu, terus temannya kasih kode ya udah kasih aja,” ujar Vi kepada Tribun Pekanbaru, Selasa (12/6/2018).

Baca: Jemaah Calon Haji Riau Jangan Galau, Meski Harus Lewat Embarkasi Batam

Vi mengaku tidak mempermasalahkan nominal uang tersebut, namun budaya Pungli itu yang sudah bobrok sehingga ditakutkan menjadi suatu kebiasaan yang dianggap benar, tentu saja hal ini sangat kontras dengan upaya pemerintah yang sedang menggiatkan anti pungli.

“Menurut aku kalau dibiarkan terus menerus nantik makin banyakkan, apalagi ternyata sudah banyak korban tapi tidak melapor atau merelakan. Meresahkan banget, ternyata banyak juga merasakan hal yang sama cuma mereka tidak mau ribut,” tukas Vi.

Baca: Masih Masuk Outline, 142 Desa di Riau Belum Bisa Punya Sertifikat dan Urus IMB

Bahkan menurut Vi, rekannya pernah sampai diminta membayar kupon asuransi sampai 3 kali meskipun naiknya hanya sekali.

Dan lebih parahnya petugas asuransi tersebut tidak memakai seragam dan hanya bermodalkan kupon.

“Kejadiannya di pelabuhan tempat naik Speed boat kayu. Nggak masalah asuransi cuman sesuai harga,” keluhnya.

Selain praktek percobaan pungli, Vi juga mengaku resah dengan praktek jasa angkut barang (Porter) yang ada di Pelabuhan Pelindo I Tembilahan.

Halaman
12
Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help