150 Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah Al-Kholidiyah Laksanakan Salat Ied Hari Ini

Sekitar 150 jemaah tarekat Naqsyabandiyah Al-Kholidiyah melaksanakan kegiatan Salat Id, Rabu (13/6/2018)

150 Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah Al-Kholidiyah Laksanakan Salat Ied Hari Ini
Kompas.com/KOMPAS.com/RAMDHAN TRIYADI BEMPAH
Sekitar 150 jemaah tarekat Naqsyabandiyah Al-Kholidiyah melaksanakan kegiatan Salat Id, Rabu (13/6/2018). Mereka berasal dari sejumlah wilayah di Pulau Jawa 

TRIBUNPEKANNBARU.com -- Sekitar 150 jemaah tarekat Naqsyabandiyah Al-Kholidiyah melaksanakan kegiatan Salat Id, Rabu (13/6/2018).

 Mereka berasal dari sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

Salat Id dilaksanakan di kaki Gunung Salak, tepatnya di Rumah Ibadah Suluk Darussalam, Kampung Pasir Jawa, Loji, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, berjarak kurang lebih lima kilometer dari pusat penangkaran Suaka Elang Loji.

Tepat pukul 07.30 WIB, para jemaah langsung menggelar Salat Id.

Baca: Deretan Artis yang Sukses Taklukan Hati Pesepak Bola Indonesia, No 4 Masih Langgeng Sampai Sekarang

Baca: Harga Daging Sapi Segar di Pekanbaru Stabil Rp 120 Ribu/Kg

Ratusan jemaah tampak khusyuk mengikuti kegiatan ibadah tersebut.

Salah satu jemaah, Syekh Muda Maulana Syarif Alam mengatakan, Salat Id jemaah Naqsyabandiyah Al-Kholidiyah dilaksanakan di tiga tempat berbeda, yaitu di Sumatera Utara, Riau, dan Bogor.

Khusus untuk wilayah Pulau Jawa, kegiatan Shalat Ied dipusatkan di Rumah Ibadah Suluk Darussalam, Bogor.

"Kita serentak melaksanakan Salat Id tepat 07.30 WIB. Jemaah datang dari berbagai tempat, ada yang dari Cikampek, Bandung, Tangerang, Ciputat, Sukabumi," ucap Maulana.

(KOMPAS.com/RAMDHAN TRIYADI BEMPAH) Seorang jemaah tarekat Naqsyabandiyah Al-Kholidiyah menangis saat halal bi halal usai Shalat Ied, di Rumah Ibadah Suluk Darussalam, Kampung Pasir Jawa, Loji, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Rabu (13/6/2018). Hari ini jemaah tarekat Naqsyabandiyah Al-Kholidiyah melaksanakan ibadah Shalat Ied setelah genap berpuasa selama 30 hari berdasarkan metode Hisab Qomariyah yang diyakininya.
(KOMPAS.com/RAMDHAN TRIYADI BEMPAH) Seorang jemaah tarekat Naqsyabandiyah Al-Kholidiyah menangis saat halal bi halal usai Shalat Ied, di Rumah Ibadah Suluk Darussalam, Kampung Pasir Jawa, Loji, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Rabu (13/6/2018). Hari ini jemaah tarekat Naqsyabandiyah Al-Kholidiyah melaksanakan ibadah Shalat Ied setelah genap berpuasa selama 30 hari berdasarkan metode Hisab Qomariyah yang diyakininya. ()

Maulana mengatakan, dalam menentukan 1 Syawal 1439 Hijrah, pihaknya mengikuti metode hisab qomariyah berdasarkan hasil perhitungan (hisab) yang dilakukan di bawah kepemimpinan guru besar Naqsyabandiyah Al-Kholidiyah, di Sumatera Utara.

"Berdasarkan hisab itu, kita menggenapkan puasa 30 hari, kemarin. Jadi, insya Allah hari ini 1 Syawal," kata Maulana.

"Tradisinya sama seperti pada umumnya, abis salat kita halal bi halal. Habis itu makan bersama," sambungnya.

Baca: Pakai Make Up Saat Naik Taksi, Wanita Ini Jadi Nyaris Buta Gara-gara Pensil Alis

Baca: Deretan Artis yang Sukses Taklukan Hati Pesepak Bola Indonesia, No 4 Masih Langgeng Sampai Sekarang

Lanjut dia, sesuai amanah dari guru besarnya, Islam harus menunjukkan Islam yang sebenarnya.

Dalam pesan itu, ia juga menyampaikan, musuh Islam ada dua, yaitu kebodohan dan kemiskinan.

"Kalaupun ada bahasa jihad, tidak ada lain adalah jihad melawan hawa nafsu sendiri. Karena musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri," sebut dia.(*)

Editor: David Tobing
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help