Pilpres 2019

Amien Rais Akan Nyapres, Yusril Ihza Mahendra: Saya Tak Ingin Ikut-Ikutan dengan Manuver Pak Amien

Selain itu, Partai Amanat Nasional (PAN) juga serius mengajukan Ketua Dewan Kehormatan Amien Rais maju menjadi calon presiden 2019.

Amien Rais Akan Nyapres, Yusril Ihza Mahendra: Saya Tak Ingin Ikut-Ikutan dengan Manuver Pak Amien
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Yusril Ihza Mahendra 

Dibalik niat Amien Rais yang akan nyapres, Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra justru tak berminat untuk mendukungnya.

Dalam kultwit yang ia buat di akun Twitter-nya, ia menyingung soal Amien Rais yang getol melobby sana-sini untuk memilih calon presiden yang akan melawan petahana.

Baca: Aparat Keamanan Malaysia Gerebek 505 Panti Pijat, 143 WNI Ditahan 

Ia juga membahas soal masa lalu ketika Pemilu 1999, dimana Amien Rais mengajaknya untuk mendukung Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sebagai presiden.

Berikut kultwit lengkapnya :

1. Dalam pepatah Jawa ucapan pemimpin itu adalah “sabdo pandito ratu” artinya ucapan seseorang yang kedudukannya sangat tinggi, bagai seorang pandito (guru maha bijaksana) dan seorang ratu (raja).

2. Karena itu ucapan pemimpin itu haruslah ucapan yang serius dan terpercaya. Ucapan yang sudah dipikirkan dengan matang segala akibat dan implikasinya. Ucapan pemimpin itu akan menjadi pegangan bagi rakyat dan pendukungnya

3. Karena itu pula, ucapan pemimpin itu harus lahir dari hari yang tulus, bukan kata bersayap, yang seolah diucapkan dengan kejujuran, tetapi dibelakangnya mempunyai agenda pribadi yang tersembunyi

4. Karena ucapan pemimpin adalah sabdo pandito ratu, maka ucapannya tidak boleh “mencla mencle, pagi ngomong dele, sore ngomong tempe” artinya ucapannya berubah-ubah, inkonsisten, sehingga membingungkan rakyat dan pendukungnya.

Baca: Bukan Nagita Slavina, Mama Rieta Sebut Jatah Bisnis Rumah Produksinya Nanti Untuk Sosok Ini

5. Karena ucapan pemimpin adalah sabdo pandito ratu, maka pemimpin itu tidak boleh “plintat plintut” alias “munafiqun”, dalam makna, lain yang diucapkan, lain pula yang dikerjakan. Pemimpin seperti ini akan kehilangan kredibilitas di mata rakyat dan pendukungnya.

Halaman
1234
Editor: M Iqbal
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help