Advertorial

Perhatikan Kualitas Daging Sebelum Dibeli

Sebagai sumber protein hewani yang dibutuhkan oleh tubuh dan sangat baik untuk pertumbuhan, daging harus memenuhi persyaratan ASUH.

Perhatikan Kualitas Daging Sebelum Dibeli
TribunPekanbaru/Dodi Vladimir
Seorang pedagang daging sedang melayani pembeli di Pasar Senapelan Pekanbaru, Senin (1/6/2016). Menjelang bulan Ramadhan harga daging sapi di Pasar Tradisional yang berada di Pekanbaru masih stabil dengan kisaran harga Rp 120 ribu per-kg. Pemerintah pusat bakal membuat kebijakan dengan menetapkan Harga Eceran Tertinggi atau HET daging, dengan harga sekitar Rp 80-90 ribu per kilo. 

Patrianov juga mendorong masyarakat hati-hati dengan praktik pemalsuan daging sapi dengan celeng atau babi.

Pemalsuan dapat diketahui dengan memperhatikan perbedaan warna, serat bau dan lemak kedua daging tersebut.

Warna daging celeng biasanya merah pucat atau merah muda. seratnya halus, sedikit lemak, konsistensi halus, lemak putih kelabu putih.

Selain sapi, ada juga ditemukan penyimpangan penanganan daging yang lain. Seperti adanya daging sapi dan daging ayam gelonggong.

Dimana sapi/ayam yang akan dijual diinjeksi dengan air sehingga bobotnya lebih berat.

Ciri-ciri daging ayam gelonggong biasanya dijual dalam keadaan utuh (whole chicken), permukaan tubuh lebih tegang, mengkilap dan montok dan daging cepat busuk.

Masyarakat juga perlu waspada dengan daging ayam berformalin. Biasanya, daging berformalin memiliki ciri warna putih mengkilat, konsistensi sangat kenyal, permukaan kulit sangat tegang, bau khas formalin dan biasanya tidak dihinggapi lalat.

Ada pula daging ayam bangkai (ayam tiren). Selain haram, ayam tiren juga dikhawatirkan mengandung penyakit yang dapat menular kepada manusia.

Agar terhindar dari ayam bangkai, masyarakat dapat melihat dari warna kulitnya yang karkas. Dimana terdapat bercak-bercak darah pada bagian kepala, leher, punggung, sayap dan dada.

Baunya pun agak anyir/asam, konsistensi otot dada dan paha lembek, keadaan serabut otot bewarna kemerahan, warna hati merah kehitaman, kondisi pembuluh darah didaerah leher dan sayap penuh darah. Lalu, bagian dalam karkas bewarna kemerahan.

Waspadai juga pemberian warna kuning pada karkas ayam. Pewarna tekstil ini berbahaya jika dimakan oleh manusia. Kemudian , ada juga daging sapi yang busuk tapi dilumuri darah segar, daging babi dilumuri darah sapi atau tulang kaki/kikil sapi dicampuri dengan tulang kaki/kikil dari hewan babi/celeng.

Ditambahkan Patrianov, masyarakat juga perlu mewaspadai daging sapi ilegal, yaitu daging sapi yang masuk tidak resmi tanpa izin edar dari pemerintah.

Bahayanya daging tersebut belum dijamin keamanannya dari penyakit zoonosis. Zoonosis adalah penyakit yang ditularkan diantara hewan vetebrata dan manusia yang menimbulkan kerugian bagi manusia bahkan menyebabkan kematian bagi manusia.

Ada pula daging sapi bangkai yang dapat dikenali dengan ciri warnanya yang merah gelap. Lebih gelap dari warna daging sapi segar.

Baunya pun tidak segar, bahkan semakin lama semakin apek dan bau busuk menyengat.

Untuk itu, Patriavov mengimbau agar masyarakat konsumen dalam memilih daging agar dibeli ditempat tempat yang memenuhi syarat hygiene sanitasi dan telah diawasi oleh pemerintah.

Para konsumen dituntut untuk lebih jeli, kritis dan cermat dalam memilih konsumsi pangan hewani (daging), jangan hanya tergiur dengan jumlah yang banyak dan harga murah. (adv)

Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help