Pulang Merantau Wanita Ini Kaget, Dokumen Nikahnya Dibatalkan, Ngerinya Ia Dinyatakan Meninggal

Terkejut melihat sertifikat kematian yang dikeluarkan polisi lokal pada Februari 2017 yang menyatakan dia meninggal karena sakit di 2015.

Pulang Merantau Wanita Ini Kaget, Dokumen Nikahnya Dibatalkan, Ngerinya Ia Dinyatakan Meninggal
South China Morning Post/news.163.com via Kompas.com
Liu Guoqing (kiri) dan suaminya, Yu Ningguo, dalam dokumen pernikahan. Liu terkejut ketika dia pulang dari merantau, dia mendapati sudah meninggal.(South China Morning Post/news.163.com) 

 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DAZHOU - Sepulang dari perantauan, seorang wanita yang tinggal di Provinsi Sichuan, China, kaget dengan ditemukannya dokumen yang menyatakan dirinya sudah meninggal.

Bahkan dia pun menemukan dokumen yang menyatakan pernikahannya telah dibatalkan.

Dilaporkan Chengdu Business Daily via SCMP Rabu (13/6/2018), awalnya Liu Guoqing pulang ke kota Dazhou setelah merantau ke Changsha pada 18 Mei.

Dia terkejut karena melihat sertifikat kematian yang dikeluarkan polisi lokal pada Februari 2017 yang menyatakan dia meninggal karena sakit di 2015.

Saat itu Liu sudah menduga, pelakunya merupakan suaminya, dan dia melakukannya karena ingin menikah lagi dengan perempuan lain.

Liu dan suaminya, Yu Ningguo, telah menikah pada 1995 dan telah dikaruniai dua putra.

Namun, pasangan tersebut berpisah tanpa kabar sejak 2006.

Dia mengaku, tetangganya di Dazhou sebenarnya telah meneleponnya, dan memberi tahu mereka mendengar rumor bahwa dia sudah meninggal pada Agustus 2017. 

Selain itu, di Oktober 2017, dia tidak bisa bertransaksi di sebuah bank karena kartu identitasnya tidak dikenali.

"Meski begitu, saya tetap terkejut dan sedih setelah saya melihat sendiri kenyataannya. Saya masih hidup, mengapa mereka menyatakan saya mati?" tanya dia.

Halaman
12
Editor: M Iqbal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help