Pelalawan

Ratusan Ikan Mati di Sungai Kerumutan, DLH Pelalawan Periksa IPAL PT MAS

Seraturan ikan mati mendadak di Sungai Kerumutan mengejutkan warga Desa Tambun Kecamatan Bandar Petalangan

Ratusan Ikan Mati di Sungai Kerumutan, DLH Pelalawan Periksa IPAL PT MAS
tribunpekanbaru/johanes
Ikan mengapung di atas Sungai Kerumutan pada Rabu (21/2/2018) lalu. Ikan-ikan itu mati mendadak 

Laporan Wartawan Tribunpelalawan.com, Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, BANDAR PETALANGAN - Seraturan ikan mati mendadak di Sungai Kerumutan mengejutkan warga Desa Tambun Kecamatan Bandar Petalangan pada Selasa (12/6/2018) lalu.

Belum diketahui penyebab pasti kematian ikan-ikan tersebut.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pelalawan telah menurunkan timnya hari ini, Rabu (13/6/2018), ke lokasi ikan mati di Desa Tambun.

Untuk melakukan pemeriksaan lapangan dan melihat sampel air sungai.

Baca: Jelang Piala Dunia 2018, Messi Analisis Kekuatan Lawan di Fase Grup, Tentang Nigeria. . .

Namun fokus dari tim yakni pemeriksaan Instalasai Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik PT Makmur Andalan Sawit (MAS) yang berdekatan dengan tempat kejadian. Diketahui Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT MAS tidak jauh dari Sungai Kerumutan.

"Anggota saya suruh memeriksa IPAL milik PT MAS. Itu yang paling utama. Jika IPALnya tak bermasalah, berarti bukan itu (limbah) penyebabnya," beber Kepala DLH Pelalawan, Syamsul Anwar, kepada tribunpelalawan.com, Rabu (13/6/2018).

Baca: Dispora Riau Liburkan Latihan Atlet PPLP Selama Lebaran

Diterangkannya, banyak penyebab ikan mati mendadak di sungai.

Mulai dari limbah, perubahan suhu, kekurangan oksigen, mikroorganismes dan lain-lain.

Apabila IPAL milik perusahaan pengolahan kelapa sawit itu ternyata tak bermasalah, DLH tak bisa menyimpulkan apa penyebab ikan mati di Sungai Kerumutan.

Baca: Dua Pelaku Sabu Kena Ringkus Personil Polsek Tandun, Sempat Buang Barbuk Dibungkus Timah Rokok

"Itu yang lebih paham orang dinas perikanan. Silahkan warga bertanya kesana," tandasnya.

Menurut Syamsul Anwar, tak ada perusahaan yang dengan sengaja mengola limbahnya diluar baku mutu.

Tentu akan berhadapan dengan lingkungan sekitarnya. (*)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help