Qadha Puasa Ramadhan, Ini Niat dan Tata Cara Seperti yang Dicontohkan Rasulullah SAW

Qadha' puasa Ramadhan, wajib dilaksanakan sebanyak hari yang telah ditinggalkan

Qadha Puasa Ramadhan, Ini Niat dan Tata Cara Seperti yang Dicontohkan Rasulullah SAW
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Sejumlah lampu colok menghiasi halaman Masjid Istiqamah, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru, Kamis (24/5/2018) malam.  (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ramadan sudah berakhir. Memasuki bulan Syawal, banyak dimanfaatkan umat muslim untuk meng-qadha puasa Ramadhan.

Selain digunakan untuk ibadah sunnah, puasa enam hari di bulan Syawal.

Dilansir nu.or.id, “Qadha'” adalah bentuk masdar dari kata dasar “qadhaa”, yang artinya; memenuhi atau melaksanakan.

Adapun menurut istilah dalam Ilmu Fiqh, qadha dimaksudkan sebagai pelaksanaan suatu ibadah di luar waktu yang telah ditentukan oleh Syariat Islam.

Misalnya, qadha puasa Ramadhan yang berarti puasa Ramadhan itu dilaksanakan sesudah bulan Ramadhan.

Wajibkah Qadha' Puasa Dilaksanakan Secara Berurutan?

Qadha' puasa Ramadhan, wajib dilaksanakan sebanyak hari yang telah ditinggalkan, sebagaimana termaktub dalam Al-Baqarah ayat 184. Dan tidak ada ketentuan lain mengenai tata cara qadha' selain dalam ayat tersebut.

Adapun mengenai wajib tidaknya atau qadha ' puasa dilakukan secara berurutan, ada dua pendapat.

Pendapat pertama, menyatakan bahwa jika hari puasa yang di­tinggalkannya berurutan, maka qadha' harus dilaksanakan secara berurutan pula, lantaran qadha' merupakan pengganti puasa yang telah ditinggalkan, sehingga wajib dilakukan secara sepadan.

Pendapat kedua, menyatakan bahwa pelaksanaan qadha' puasa tidak harus dilakukan secara berurutan, lantaran tidak ada satu­pun dalil yang menyatakan qadha ' puasa harus berurutan.

Halaman
1234
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved