Kampar

Rumor Sate Penyebab Keracunan Massal Kampa, Ternyata Istri Penjualnya Sedang Hamil Juga Jadi Korban

Berbagai rumor tentang penyebab Kejadian Luar Biasa (KLB) seratusan warga keracunan di Kecamatan Kampa berkembang.

Rumor Sate Penyebab Keracunan Massal Kampa, Ternyata Istri Penjualnya Sedang Hamil Juga Jadi Korban
Tribun Pekanbaru/Fernando Sihombing
Abu Bakar si penjual sate mendampingi istrinya sedang terbaring di RSIA Bunda Anisyah yang menjadi korban keracunan makanan, Rabu (4/7/2018) 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Fernando Sihombing

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Berbagai rumor tentang penyebab Kejadian Luar Biasa (KLB) seratusan warga keracunan di Kecamatan Kampa berkembang.

Sate salah satunya disebut-sebut menjadi penyebab warga keracunan makanan.

Sate memang salah satu makanan yang dihidangkan dalam pesta pernikahan anak seorang warga Dusun Perambahan Desa Koto Perambahan Kecamatan Kampa, Samsuar, Sabtu (30/6/2018).

Baca: Sampaikan Pledoi Secara Lisan, Terdakwa Penyedup Trenggiling di Pelalawan Bilang Begini

Ternyata penjual Sate ikut menjadi korban keracunan tersebut.

Adalah Abu Bakar, ‎39 tahun, si penjual Sate. Istrinya, Hernita, 32 tahun, masih dirawat di RSIA Bunda Anisyah Desa Tanjung Berulak Kecamatan Kampar hingga Rabu (4/7) pagi.

Mirisnya, Hernita sedang hamil jalan enam bulan.

Hernita tampak masih lemas berbaring di atas ranjang rumah sakit. Sesekali ia menyahut menimpali suaminya ketika diwawancara.

"Sesudah makan malam (Minggu) itu, perut langsung mulas jam 9 lewat," ujarnya.

Baca: Dibandrol 3 Jutaan, Vivo Z10 dengan Kamera Selfie 24 Megapiksel Resmi Diluncurkan

Abu Bakar mengatakan, istrinya meronta kesakitan sampai muntah.

Setelah itu, kepalanya pusing dan perut kian mulas.

"Muntah hanya sekali. Tapi perutnya yang sakit sekali. Sampai nangis dia," katanya.

Bakar, sapaan akrabnya, khawatir dengan calon bayi di dalam kandungan istrinya.

Baca: Dikira Uang Rp 30 Miliar, Benda Mengapung di Perairan Selayar Ternyata Mie Instan

Sejauh ini, pihak medis memberitahu janin dalam keadaan baik-baik saja. Namun perkembangannya terus dipantau.

"Obatnya harus khusus. Nggak sama dengan (korban-korban) yang lain. Katanya dilihat perkembangannya," ujar Bakar. (*)

Penulis: nando
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help