Sampaikan Pledoi Secara Lisan, Terdakwa Penyedup Trenggiling di Pelalawan Bilang Begini

Terdakwa penyeludupan trenggiling M Ali Honopiah dituntut penjara selama 3 tahun dan denda Rp 100 juta.

Sampaikan Pledoi Secara Lisan, Terdakwa Penyedup Trenggiling di Pelalawan Bilang Begini
TRIBUNPEKANBARU.COM/JOHANNES TANJUNG
Terdakwa Muhammad Ali Honopiah menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan, Selasa (3/7/2018) dalam perkara penyeludupan 70 ekor trenggiling. Oknum anggota polisi itu dituntut 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta. 

Laporan wartawan tribunpelalawan.com, Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan menuntut terdakwa penyeludupan trenggiling M Ali Honopiah penjara selama 3 tahun dan denda Rp 100 juta.

Tuntutan dibacakan pada persidangan Selasa (3/7/2018) sore lalu.

Sidang dipimpin majelis hakim yang diketuai Nelson Angkat SH MH yang merupakan Ketua PN Pelalawan, didampingi hakim anggota Andry Eswin Sugandi Oetara SH MH dan Nurrahmi SH MH.

Baca: Ambisi Juara Indonesia Open 2018, Viktor Axelsen Axelsen Minta Wasiat dari Jorgensen

Setelah mendengar pembacaan tuntutan oleh JPU Kejari Pelalawan, Himawan Saputra, majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa Ali Honopiah untuk menyampaikan pledoinya.

"Apakah saudara akan menyampaikan pledoi dalam bentuk tertulis atau lisan. Saudara terdakwa bisa berkonsultasi dengan penasihat hukum," ungkap Ketua majelis hakim, Nelson Angkah SH MH kepada oknum anggota polisi itu.

Baca: Dikira Uang Rp 30 Miliar, Benda Mengapung di Perairan Selayar Ternyata Mie Instan

Setelah berdiskusi dengan dua pengacara yang disediakan dari PN Pelalawan, Ali Honopiah bersedia menyampaikan pledoi secara lisan dan langsung saat persidangan itu juga.

Terdakwa bersikukuh tidak terlibat dalam pengangkutan hingga mmeperjualbelikan satwa trenggiling seperti yang dituduhkan.

Karena saat penangkapan dirinya tidak berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) ataupun di dalam mobil yang dibawa terdakwa Ali Muhammad dan Jufry.

"Dalam undang-undang konservasi yang menyatakanmembawa, mengangkut, menyimpan dan memperjualbelikan, saya tidak termasuk disitu. Saya tidak ada melakukan itu," beber terdakwa.

Baca: Dibandrol 3 Jutaan, Vivo Z10 dengan Kamera Selfie 24 Megapiksel Resmi Diluncurkan

Ia bercerita, sejak ditangkap pada Bulan Oktober tahun lalu, dirinya sudah sering bolak-balik dari Tembilan ke Pekanbaru terkait kasus ini. Padahal ia tidak terlibat dalam perkara yang dituduhkan. Namun Ali Honopiah mengaku dirinya memang tidak bersih dari kesalahan.

"Kalau terkait saya salah atau tidak, itu pendapat hakimlah. Yang jelas saya mohon pertimbangan untuk diringankan," tandasnya.

Baca: Basarnas: 31 Orang Penumpang Kapal Karam KM Lestari Maju Meninggal Dunia

Terkait pembelaan terdakwa, JPU menyatakan tetap dalam tuntutannya.

Majelis hakim menunda persidangan dan akan melanjutkannya pada Kamis (5/7/2018) besok dengan agenda pembacaan putusan. (*)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help