Sumatra Barat

Bapak dan Anak Tenggelam di Pantai Pasia Tiku, 1 Meninggal

Objek wisata pantai Pasia Tiku yang berada di Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, makan korban.

Bapak dan Anak Tenggelam di Pantai Pasia Tiku, 1 Meninggal
Ist
Upaya evakuasi korban tenggelan di Pantai Pasia Tiku 

Laporan Kontributor Tribunpadang.com, Riki Suardi dari Padang

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Objek wisata pantai Pasia Tiku yang berada di Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, makan korban.

Kamis (5/7/2018) sore sekitar pukul 16.00 WIB, warga Kompleks PT. Mutiara Agam bernama Ardinas (45), tenggelam bersama anak kandungnya saat mandi-mandi di pantai yang berada di Jorong Pasia Tiku tersebut.

Meski berhasil ditemukan dan dievakuasi ke Puskesmas Tiku, namun nyawa Ardinas tak dapat tertolong. Sedangkan anak kandungnya bernama Akmal, selamat dari maut setelah petugas puskesmas merujuk remaja 16 tahun itu ke RSUD Lubuk Basung, Agam.

Baca: Bowo Alpenliebe Tak Bisa Main Tik Tok Lagi Walau Blokir Dibuka, Terganjal Batas Usia

Operator Pusdalop BPBD Agam Lukman Syahputra saat dihubungi tribunpadang.com dari Padang, mengatakan, korban meninggal dunia adalah kakak kandung dari Doni Arnas yang merupakan Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Agam.

"Saat ini jasad korban di rumah duka. Tadi Kalaksa BPBD Agam, M Lutfi juga menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya kakak kandung dari Doni Arnas," kata Lukmah saat dihubungi via handphone dari Padang, Kamis malam.

Baca: Pilkada Padang Telah Usai, Mahyeldi Berdayakan Kaum Pemuda untuk Membangun Kota Padang

Tenggelamnya bapak dan anak itu, jelas Lukman, berawal saat keduanya bersama beberapa anggota keluarganya yang lain, mandi-mandi di pantai Pasia Tiku.

Kemudian, cuaca buruk dan tiupan angin dari selatan tiba-tiba berhembus kencang.

Akibat tiupan angin tersebut, ombak pantai seketika langsung membesar dan menyeret Akmal hingga ke radius sekitar 50 meter dari bibir pantai.

Melihat hal tersebut, Ardinas pun segera menolong anaknya.

Baca: Pelaku Bom Pasuran Sempat Ditembak Warga Pakai Senapan Angin 

Namun sayangnya, diduga tak bisa berenang, Ardinas bersama anaknya itu juga ikut diseret arus ombak.

Beberapa pengunjung dan warga setempat, langsung menyelamatkan keduanya dengan menggunakan boad yang ada di lokasi wisata tersebut.

"Setelah berhasil diselematkan, keduanya langsung dibawa ke Puskesmas Tiku untuk menjalani perawatan medis. Setiba di puskesmas, Ardinas dinyatakan meninggal dunia setelah sempat diberikan pertolongan oleh pihak puskesmas," ujarnya.(*)

Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help