Siak

Hanya Menyisakan Puing-puing, Beginilah Kondisi Gubuk yang Pernah Ditempati Kakek Rusman

Gubuk reot ini sempat ditempati kakek Rusman. namun sejak ia dibawa pihak keluarga gubuknya pun dirobohkan. Begini kondisinya saat ini

Hanya Menyisakan Puing-puing, Beginilah Kondisi Gubuk yang Pernah Ditempati Kakek Rusman
Tribun Pekanbaru/Mayonal
Kakek Rusman yang tinggal di gubuk reot di Kampung Dalam, Kecamatan Siak, kabupaten Siak 

Laporan Wartawan Tribunsiak.com, Mayonal Putra

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Gubuk yang didiami Rusman (68) selama lebih 6 tahun akhirnya benar-benar dirubuhkan.

Sejak Jumat (6/7/2018), gubuk kesayangan Rusman yang berada di jalan Rambai, Kampung Dalam, Siak Sri Indrapura itu hanya tinggal puing.

Beberapa tiang lapuk dan dinding bekas gubuknya sudah diangkut. Hanya beberapa pekayuan lapuk yang teronggok di belakang rumah tua milik Tengku Syufri. Warga sekitar tak bakal dapat lagi melihat Rusman merebus air hujan di tungku dapur kayu di luar gubuknya setiap pagi. Biasanya Rusman melempar senyum kepada warga yang lalu lalang di jalan depan rumahnya setiap sore tiba, kini pemandatangan itu sirna.

Baca: KPUD Inhu Ajak Diskusi LO Partai untuk Antisipasi Kekacauan Saat Pendaftaran Bacaleg

"Gubuknya dirubuhkan agar tak balik lagi ke sini. Karena dia sudah tua dan sakit-sakitan, tidak baik bagi dia tinggal seorang diri lagi," kata Tengku Syufri.

Selain bangga sudah berkumpul dengan pihak keluarga, Tengku Syufri juga merasa kehilangan. Karena bertahun-tahun keluarga Syufri bermurah hati merawat Rusman, dengan kondisi ekonomi yang sangat memprihatinkan. Kini, pria tua yang setiap hari menumpang di sumurnya sudah tidak ada lagi di sana.

Puing-puing gubuk Rusman, pria 68 tahun yang tinggal sendirian sejak 6 tahun silam
Puing-puing gubuk Rusman, pria 68 tahun yang tinggal sendirian sejak 6 tahun silam (Tribun Pekanbaru/Mayonal)

Baca: Jadwal Piala Dunia 2018 Uruguay Vs Prancis Pukul 21.00 WIB, Live di Trans Tv dan Trans 7

"Baguslah sudah dibantu anak-anaknya, mereka berkumpul di rumah yang layak. Tapi kadang sedih juga ada yang hilang rasanya di sini," kata dia.

Terkait rencana pemerintah kabupaten Siak mengusulkan rumah Syufri sendiri untuk direhab, tidak membuatnya jumawa. Karena proyeksi rehabnya tahun 2019 mendatang, jadi Syufri pun khawatir bila mana program itu batal.

"Alhamdulillah, tetap bersyukur. Tetapi jangan sombong dulu bilang sana sini. Mudah-mudahan saja jadi," kata dia.

Baca: Bom Meledak di Pasuruan, Kapolri: Rencananya untuk Menyerang TPS-TPS pada saat Pilkada

Camat Siak Adhitya C Smara mengatakan, perubuhan gubuk Rusman berdasarkan kesepakatan tertulis antara pihak keluarga, kelurahan setempat dan penyedia tanah, Syufri. Tujuannya agar Rusman tidak lagi kembali ke gubuk itu.

"Kesepakatan itu ada di kantor Lurah Kampung Dalam. Kita juga pantau kondisi Pak Rusman, kalau sudah ada identitasnya nanti berobat ke RSUD bisa gratis," kata dia.

Wajan yang tertutup daun pisang adalah air hujan yang ditampung Rusman
Wajan yang tertutup daun pisang adalah air hujan yang ditampung Rusman (Tribun Pekanbaru/Mayonal)

Baca: Keuangan Daerah Defisit, Pemkab Bengkalis Belum ada Rencana Rasionalisasi Honorer, Ini Alasannya

Terkait beredarnya informasi merehab rumah Tengku Syufri, juga diluruskan Adhitya. Perehaban rumah tersebut merupakan program Kementrian PUPR. Pihaknya hanya mengusulkan melalui pemerintah provinsi.

"Saat ini kita mengambil data diri dan keluarga Tengku Syufri, foto kondisi rumah dan segala yang dibutuhkan sebagai syarat mendapatkan dana rehab dari kementrian. Mudah-mudah tim pusat memverifikasi dan menggoalkan pengusulan kita," kara dia.

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help