Kampar

Istri Wafat, Agustiar CJH Asal Kampar Tunda Keberangkatan

Satu orang CJH asal Kampar menunda keberangkatannya tahun ini. Alasan CJH yang bernama Agustiar tersebut karena istrinya meninggal

Istri Wafat, Agustiar CJH Asal Kampar Tunda Keberangkatan
Tribun Pekanbaru/Nando
Kemenag Kampar memeriksa kesiapan koper CJH 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Nando

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG- SatuCalon Jemaah Haji (CJH) menunda keberangkatannya tahun ini. Adalah Agustiar Bin Husin Maaji, warga Jalan Datuk Tabano Gang Nangka, Bangkinang Kota yang mengundurkan diri dari daftar CJH dari Kampar.

Baca: Tim Gotong Royong SAE Gelar Halal Bihalal dengan Warga Rumbai

Kepala Kantor Kemenag Kampar, Alfian mengatakan, alasan Agustiar karena istrinya, Nurhidayati wafat. Agustiar mengurungkan niatnya menunaikan Rukun Islam kelima itu sampai tahun depan.

"Istrinya meninggal, jadi (porsi Haji) mau diturunkan ke anaknya," ujar Alfian, Selasa (10/7/2018).

Menurut dia, Agustiar ingin berangkat ke Tanah Suci bersama anaknya.

Baca: Kamis Depan Seluruh BKD Kumpul Bahas Formasi CPNS

Alfian menyatakan aturan memperbolehkannya. Anak dapat diajukan menggantikan orang tuanya yang batal berangkat karena wafat. Namun baru bisa diberangkatkan tahun berikutnya.

"Bisa dimasukkan ke waiting list (daftar tunggu) untuk tahun depan," ujar Alfian. Menurut dia, aturan sekarang lebih ringan dari sebelumnya. "Kalau dulu, bisa dua tahun lagi (pengganti bisa berangkat). Ditarik dulu uangnya (Biaya Perjalanan Ibadah Haji). Baru didaftarkan lagi," katanya.

Baca: TMMD Kodim 0320/Dumai Dipusatkan di Kelurahan Kampung Baru

Seperti diketahui, enam JCH batal berangkat tahun ini. Lima di antaranya telah wafat. CJH yang akan diberangkatkan menjadi 852 orang.

Alfian mengatakan, dari Kampar ditambah dua orang pendamping. Sehingga rombongan dari Kampar sebanyak 854 orang.

Baca: Kejari Bengkalis Tunggu Putusan Banding Perkara Politik Uang yang Menjerat Anggota DPRD Bengkalis

Alfian menyatakan, jumlah tersebut telah dikunci. Artinya, jemaah di daftar tunggu tidak bisa menggantikan jemaah batal berangkat karena wafat. Meski jumlah CJH  sudah berkurang. (*)

Penulis: nando
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help