Mendikbud: Sistem Zonasi Sekolah Untuk Mencegah Praktek-Praktek Kecurangan

Menggantikan aturan sebelumnya, salah satunya adalah menggunakan sistem zonasi untuk pemerataan peserta didik.

Mendikbud: Sistem Zonasi Sekolah Untuk Mencegah Praktek-Praktek Kecurangan
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Para wali calon peserta didik baru tengah mendaftar di SMPN 4 Pekanbaru, Senin (2/7/2018). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 14 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Menggantikan aturan sebelumnya, salah satunya adalah menggunakan sistem zonasi untuk pemerataan peserta didik.

 
"Untuk pemerataan kualitas dan juga untuk mencegah dan menghilangkan praktek-praktek yang kurang baik selama ini terjadi di dalam dengan sistem sebelumnya," ujar Mendikbud, Muhadjir Effendy, di Gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (10/7/2018).

Disebutkan Muhadjir, salah satu kecurangan tersebut adalah adanya praktek jual beli kursi antara pihak sekolah dan orang tua siswa.

Baca: DPRD Riau Temukan Kelemahan Sistem Zonasi PPDB, Pihak Sekolah pun Tak Paham

Baca: Banyak Masalah, Pemerintah Diminta Evaluasi Penerapan Sistem Zonasi Sekolah

"Kemudian juga banyak katabelece dari orang-orang tertentu untuk memaksakan agar anaknya masuk di sekolah-sekolah yang dianggap favorit, kemudian juga sulitnya kita membuat peta populasi siswa di sebuah daerah. Karena begitu bebasnya semua siswa bisa pindah atau masuk di semua tempat, sehingga kita sulit memetakan," kata Muhadjir.

Harapan Muhadjir, dengan adanya sistem zonasi ini, tidak ada lagi para orang tua calon siswa yang berburu sekolah favorit. Dan meratanya kualitas antar sekolah.

"Mari kita bergotong-royong untuk membangun sekolah agar semua kualitasnya setara sama. Tidak ada lagi sekolah favorit dan sekolah nomor buncit yang jadi sekolah buangan itu," pungkas Muhadjir.

Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved