News

VIDEO: Belum Terima Gaji, Karyawan PT. Ricry Gelar Demo

Ratusan karyawan PT. Riau Cromb Rubber Factory Pekanbaru menggelar aksi demo Selasa (10/7/2018) diperusahaan tersebut

Laporan reporter Tribunpekanbaru.com,Aan Ramdani

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ratusan karyawan PT. Riau Cromb Rubber Factory Pekanbaru menggelar aksi demo Selasa (10/7/2018) diperusahaan tersebut menuntut gaji mereka yang belum dibayarkan.

"Sudah jalan tiga minggu ini tidak dibayar gaji kami. Ini aksi yang kedua, kemarin sebelum lebaran sebagian ada yang dibayar gajinya tapi tidak semua. Itupun setelah karyawan yang mendesak," ujar salah seorang karyawan yang tidak ingin namanya disebut.

"Kami belum tau apa yang menjadi alasan manajemen. Kami juga tidak tau seperti apa nasib kami ini jadinya. Saya, anak istrikan butuh makan bang" lanjutnya.

Baca: Susu Kental Manis Hanya Pelengkap, Bukan Pengganti ASI

Syahrimar, perwakilan tim karyawan kepada Tribunpekanbaru.com memaparkan, aksi demo yang dilakukan tersebut merupakan buntut panjang dari tiga poin yang dilanggar oleh pihak perusahaan.

"Latar belakangnya ini terjadi karena ada tiga hal normatif yang dilanggar oleh manajemen direksi PT. Ricry. Pertama, keterlambatan pembayaran upah semenjak bulan puasa lalu. Kemudian dijanjikan akan dibayar tanggal 25 Juni 2018 tapi tidak dibayar semua berlanjut sampai tanggal 30 tidak dibayar," katanya.

Lebih lanjut dikatakanya poin kedua yang menjadi pelanggaran perusahaan adalah tidak dibayarkanya BPJS Kesehatan.

Baca: Potongan Harga Rp 500 Ribu Disediakan Gerai Ini untuk Perdana Kartu Halo Telkomsel 

"Tentu ini akan mengakibatkan kesusahan dan kesengsaraan daripada karyawan dan keluarganya. Semua ada 368 orang. Kalau kita mokulatifkan saja hampir 1500 orang yang teraniaya dan tidak bisa memanfaatkan BPJS Kesehatan. Mungkin sampai saat ini masih bisa berobat tapi entah untuk selanjutnya," jelasnya.

Kemudian pelanggaran normatif ketiga menurut Syahrimar adalah tidak dibayarkanya BPJS Ketenaga Kerjaan. "sampai saat ini kami masih absensi sidik jari. Otomatis karyawan inikan tidak hanya yang dekat disini tapi ada yang jauh harus pulang pergi. Nah, jaminan kami itu seperti apa," katanya.

Baca: Samsung Kambali Hadirkan Galaxy A6, Andalkan Kamera 16 Megapiksel

Terkait dengan poin-poin tersebut menurutnya sudah dilakukan musyawarah secara kekeluargaan dengan pihak manajemen perusahaan akan tetapi tidak menemui hasil.

"Kami juga sudah menyurati pihak Disnaker dan hari ini Alhamdullilah hadir menanggapi keluhan kami dan telah terjadi perundingan dengan kami," paparnya.

Serahkan Kepada Aturan Hukum

Masih menurut Syahrimar, bahwa hari Senin (16/7/2018) akan memenuhi berkas-berkas ke Dinas Ketenagakerjaan Provinsi guna memperjuangkan hak-hak dan aspirasi para karyawan.

"Nanti Disnaker yang menindaklanjuti melalui pengawasan kepada karyawan. Kalau sampai batas waktu setelah dipanggil pihak perusahaan tidak datang dan tidak ada realiasi semenjak senin depan maka akan ada demo lebih besar dari pada hari ini ke DPRD," katanya.

Terkait dengan pola pembayaran gaji menurutnya ada tiga pola berdasarkan perjanjian. "Kalau untuk gaji ada yang harian dan harusnya diterima setiap hari sabtu, Kemudian ada borongan dan itu gajinya hari minggu. Kemudian yang bulanan itu diakhir bulan," ujarnya. (*)

Tags
demo
Gaji
Penulis: Aan Ramdani
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help