BPPBD Riau: Masih Ada Beberapa Titik Api tapi Cepat Diatasi

Tim Satgas darat penanggulangan Kebakaran hutan dan lahan masih terus melakukan Pemadaman di areal hutan konservasi TWA Sungai Sembilan Dumai

BPPBD Riau: Masih Ada Beberapa Titik Api tapi Cepat Diatasi
Tribupekanbaru/muhammadnatsir
Sejumlah tim pemadam dari Kecamatan Rangsang, Kepulauan Meranti melakukan pemadaman Karhutla di Desa Teluk Samak beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Tim Satgas darat penanggulangan Kebakaran hutan dan lahan masih terus melakukan Pemadaman di areal hutan konservasi TWA Sungai Sembilan Dumai.

Kebakaran ini sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir.

Baca: Kades Jati Mulya Kabupaten Siak Diamankan Polisi Diduga Terlibat Korupsi ADD

"Hanya pendinginan saja setelah sebelumnya terjadi Kebakaran, tim di lapangan beraksi cepat dan bisa segera dipadamkan, "ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau Edwar Sanger kepada Tribunpekanbaru.com.

Selain di Kawasan hutan konservasi ternyata pendinginan juga dilakukan di di daerah Mundam Kecamatan Medang Kampai Dumai.

Baca: Bagian Kesra Setda Pastikan Jemaah Bengkalis Berangkat Haji Kloter 4 dan 8

" Di Kampar juga ada satu titik cuma sudah padam karena reaksi cepat tim di lapangan, "jelas Edwar.

Menurut Edwar Sanger tim di lapangan sangat cepat dalam melakukan pergerakan dan Pemadaman, karena patroli yang dilakukan juga secara rutin setiap harinya baik melalui darat maupun udara untuk 65 wilayah yang dianggap rawan terjadi Kebakaran tersebut.

"Semua tim baik itu dari TNI, Polisi, Manggala Agni, BPBD dan lainnya bergerak cepat," ujarnya.

Baca: Nelayan Riau dan Sumut Sering Bertemu di Perbatasan, Danlanal Berpesan Begini

Apalagi dengan keberadaan enam unit helikopter yang disiagakan di Riau saat ini maka menurut Edwar Sanger akan memudahkan upaya antisipasi terjadinya kebakaran.

"Kita bersyukur enam unit Helikopter masih siap untuk digunakan di Riau dan Insyaallah bisa kita maksimal lakukan antisipasi, "ujarnya.

Sebagaimana prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru kemarau kering akan melanda Riau hingga Oktober mendatang dan diprediksi puncaknya terjadi pada Agustus dan September dimana Perhelatan Asian Games di Palembang digelar.

Baca: Bagian Kesra Setda Pastikan Jemaah Bengkalis Berangkat Haji Kloter 4 dan 8

"Makanya kita di Riau melakukan upaya pencegahan dan antisipasi sebagaimana permintaan Presiden bisa amankan Karhutla selama pelaksanaan Asian Games, "ujar Edwar Sanger.

Soal anggaran juga pihak Satgas Karhutla yang dikomandoi Danrem 031/WB berapapun anggaran yang dibutuhkan dari pusat menurut Edwar Sanger akan dipenuhi untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Baca: Terkait Rencana Rasionalisasi, Sekda Inhu Sebut Tidak Banyak Perubahan

" Karena status kita di Riau Sudah siaga darurat, makanya bantuan dari pusat juga maksimal, apapun yang kita minta diberikan untuk upaya antisipasi, kita juga bersyukur tahun 2017 lalu Riau juga bebas asap, "ujarnya.(*)

Penulis: Nasyuha
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help