Dewan Imbau Dinkes dan BPOM Gencar Sosialisasi Terkait Konsumsi SKM

Dewan meminta Dinskes dan BPOM gencar melakukan sosialisasi terkait keberadaan susu kental manis (SKM) untuk memberikan pencerahan

Dewan Imbau Dinkes dan BPOM Gencar Sosialisasi Terkait Konsumsi SKM
IST
Ketua Komisi V DPRD Riau, Aherson 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Pihak DPRD Riau meminta pihak kesehatan dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat, terkait penggunaan Susu Kental Manis (SKM), yangh belakangan menjadi pembicaraan hangat karena dinyatakan pihak terkait merupakan cairan yang lebih banyak mengandung gula, bukan susu.

Baca: Ini Penjelasan Wako Dumai Mengapa Terminal Barang Dikelola Pihak Swasta

Ketua Komisi V DPRD Riau, Aherson mengatakan pihak dinas kesehatan harus menyampaikan dan memberikan edukasi kepada masyarakat, bahwa kandungan dalam SKM tersebut, bukan sumber nutrisi dan gizi, bahkan berbahaya jika dikonsumsi oleh anak-anak.

“Pihak dinas kesehatan dan pihak terkait lainnya harus menjelaskan kepada masyarakat, bahwa SKM tidak boleh dikonsumsi anak-anak, hanya untuk tambahan pemanis makanan atau minuman lainnya, tidak boleh dikonsumsi seperti susu untuk nutrisi, dan informasi lainnya, itu harus diberikan edukasi secara jelas,” kata Aherson kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (11/7/2018).

Baca: Dewan Rencanakan Pemanggilan Bapenda Inhu Terkait Masalah Ini

Dikatakannya, anggaran untuk sosialisasi kesehatan untuk provinsi Riau cukup besar anggarannya, hal tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal, sehingga masyarakat bisa memilah dan mengkonsumsi SKM dengan aman.

“Selain itu, saya tidak habis pikir, sejak kecil kita sudah mengkonsumsi SKM, tapi mengapa baru diketahui sekarang. Apa bahannya berbeda dengan yang sekarang dengan 10 tahun yang lalu,” imbuhnya.

Baca: Hendri Susilo Pastikan Belum Dampingi PSPS Kala Menjamu Cilegon United

Dia menekankan, agar dinas kesehatan dan juga pihak BPOM gencar melakukan sosialisasi dengan berbagai cara dan berbagai media, sehingga bisa diketahui oleh masyarakat luas.

Baca: Pengerjaan Proyek Fisik Masih di Bawah 50 Persen, Wako Dumai Anggap Wajar

“Walau sempat heboh beritanya beberapa waktu lalu, tapi sebagian masyarakat masih belum tahu soal itu,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan, agar iklan SKM di media massa dan juga media elektronik tetap diawasi oleh pihak terkait, karena berdasarkan ketentuan, SKM memiliki aturan khusus untuk dipublikasikan di masyarakat. (ale)

Penulis: Alex
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved