Ikan Invasif Asing Dilarang Peredarannya di Perairan Indonesia, Berbahaya!

Masyarakat dan pelaku usaha ikan hias yang memiliki ikan jenis tersebut diminta melakukan penyerahan ikan Arapaima Gigas.

Ikan Invasif Asing Dilarang Peredarannya di Perairan Indonesia, Berbahaya!
SURYA/MOHAMMAD ROMADONI
Warga ramai-ramai menangkap ikan Arapaima di aliran Sungai Brantas, Kelurahan Sinoman, Kecamatan Prajuritkulon Kota Mojokerto, Senin (2/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ikhwanul Rubby

TRIBUNPEKANBARU.COM - Adanya peristiwa pelepasliaran ikan berbahaya kategori Invasif spesies Arapaima Gigas di Sungai Brantas Jawa Timur membuat Kementrian Kelautan keluarkan imbauan.

Masyarakat dan pelaku usaha ikan hias yang memiliki ikan jenis tersebut diminta melakukan penyerahan ikan itu ke Dinas Perikanan dan Kelautan yang ada di tiap daerah di Indonesia mulai 1 Juli hingga 31 Juli 2018.

Baca: Taekwondo PPLP Riau Akan Melakukan Uji Coba dengan PPLP Sumbar di Pekanbaru

Hal ini dilakukan karena alasan berbahayanya ikan tersebut berkembang di perairan Indonesia bagi habitat perairan dan manusia.

Ketua Satgas Posko Penyerahan Ikan Berbahaya SKIPM, Bahtiar Denny Edison mengatakan adanya ikan ini lepas liar di perairan indonesia bisa menimbulkan beberapa bahaya atau akibat.

Baca: Nelayan Riau dan Sumut Sering Bertemu di Perbatasan, Danlanal Berpesan Begini

Akibat buruk yang bisa ditimbulkan antara lain:

1. Akan bisa menghabiskan berbagai ekosistem yang ada di perairan. Hal tersebut dikarenakan sifat predator pada ikan.

Baca: Daftar Kode Rahasia Smartphone Android Yang Tak Banyak Diketahui, Yuk Dicoba!

2. Waktu reproduksi ikan yang cepat bisa membuat jenis ikan ini mendominasi di perairan dan akan mematikan ekositem yang ada didalamnya.

3. Sifat predator ikan berbahaya invasif asing bisa membuat manusia juga ikut diserang. Sehingga akan menyebabkan kerugian bagi manusia. (*)

Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved