Kemenang Riau Ingatkan CJH Tidak Paksakan Bawa Barang Berlebihan

Kakanwil Kemanag Riau, mengimbauseluruh CJH asal Riau untuk mematuhi aturan yang ada saat keberangkatan. Diantaranya soal ini

Kemenang Riau Ingatkan CJH Tidak Paksakan Bawa Barang Berlebihan
TribunPekanbaru/Johanes
Wabup Zardewan bersama istri menyalami para CJH Pelalawan sebelum memasuki bus. 

"Tidak ada lagi persiapan sudah semuanya tinggal keberangkatan lagi, "ujar Supardi Hasibuan.

Menurut Supardi, CJH Riau sendiri terbagi dalam dua gelombang pemberangkatan dimana mulai berangkat pada 18 Juli mendatang dimulai dengan CJH asal Kota Pekanbaru sebanyak 442 Jemaah ditambah petugas.

Dilanjutkan lagi pada 20 Juli CJH asal Inhil sebanyak 443 orang dan 21 Juli CJH asal Bengkalis 232 orang ditambah JCH Inhu 210 orang.

Kemudian 22 Juli CJH Kampar sebanyak 442 orang dan 24 Juli CJH Pekanbaru sebanyak 45 dan Kampar 398 orang. Kemudian pada 25 Juli JCH Pekanbaru sebanyak 443 orang.

Baca: FD Squad Akan Rayakan Ulang Tahun Kedua Oktober Nanti

Dilanjutkan pada 26 Juli JCH Bengkalis sebanyak 196 dicampur Inhu 120 orang dan CJH Inhil 126 orang. Pada 27 Juli dilanjutkan JCH Inhil 73 orang dan Dumai sebanyak 173 orang ditambah Kuansing 195 JCH.

Pada 28 Juli sendiri akan terbang JCH Siak sebanyak 218 orang dan Rohil 223 orang.

Kemudian pada Gelombang II dimulai penerbangan lagi pada 3 Agustus dengan CJH asal Pekanbaru sebanyak 123 ditambah Dumai 9 orang dan Siak 10 orang.

Pada 4 Agustus CJH Pelalawan sebanyak 357 ditambah CJH Meranti sebanyak 79. Pada 5 Agustus sendiri akan diisi CJH Kampar 18 orang dan Rohul sebangak 399 orang, Pelalawan sebanyak 25 dan Meranti sebanyak 79.

Baca: WOW! Harganya Mencapai Rp 350 Juta, Inilah Savannah F1 Kucing Termahal di Dunia

Kemudian terakhir pada 13 Agustus akan diisi CJH asal Pekanbaru sebanyak 8 orang Dumai sebanyak 2 orang dan Kuansing 2 orang.

Supardi Hasibuan juga menegaskan tahun ini CJH asal Riau sudah tetap dipastikan menggunakan embarkasi Batam seperti tahun lalu. Dapat dipastikan embarkasi haji Antara di Riau tidak digunakan.

"Tetap menggunakan Batam, karena sampai sekarang belum ada putusan dari Menteri Agama, "ujarnya. (*)

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved