Rokan Hulu

Ketua DPRD Rohul soal PAW: Kita Masih Menunggu Hasil dari Badan Kehormatan.

Hingga kini DPRD Rohul belum melakukan proses PWA anggota dewan sebagai pengganti Teddy Mirza Dal yang menjadi tahanan

Ketua DPRD Rohul soal PAW: Kita Masih Menunggu Hasil dari Badan Kehormatan.
Tribun Pekanbaru/ Kolase
Logo Kabupaten Rohul 

Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny Kusuma Putra

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN- Meski ‎anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Teddy Mirza Dal, telah resmi menghuni Lapas Kelas II B Pasirpangaraian, pada Kamis (21/12/2017) silam, namun hingga saat ini DPRD Rohul belum juga melantik Pengganti antar waktu (PAW), dari Teddy Mirza Dal.

Baca: Kemenang Riau Ingatkan CJH Tidak Paksakan Bawa Barang Berlebihan

Dimana, Teddy, Anggota Rohul'>DPRD Rohul aktif periode 2014-2019, dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) menjalani tahanan, setelah keluarnya putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA) terkait perkara perambahan kehutanan yang menimpanya.

‎Ketua DPRD Rohul, Kelmi Amri saat dikonfirmasi mengenai PAW dari Teddy mengungkapkan, dirinya sebagai pimpinan DPRD Rohul telah menyurati Ketua badan kehormatan (BK) DPRD Rohul.

Baca: Pilpres 2019 - TGB Gabung Partai Golkar? Ini Penjelasan Airlangga Hartanto

Ia menambahakan, pimpinan DPRD juga meminta rekomendasi hasil telaah ataupun berita acara rapat-rapat yang telah dilaksanakan dan kesimpulan dari BK terkait PAW dari Teddy.

"Kita minta hasilnya, itu seperti apa karena ini menyakut tahapan-tahapan yang harus dilewati walaupun secara de jure beliau sudah ingkrah putusanya tetapi masalah pemberhentian ini, tentunya melalui badan kehormatan, kita masih menunggu hasil dari BK," katanya, Rabu (11/7/2018).

Baca: Jelang Indonesia vs Malaysia, Berikut Daftar Top Skor Sementara Piala AFF U-19 2018

Kelmi mengaku, jika sudah ada keputusan dari BK Rohul'>DPRD Rohul yang disampaikan kepada pimpinan DPRD tentunya akan segera diteruskan pimpinan ke KPU.

Diakuinya memang putusannya sudah lama, namun putusan dari PN sendiri baru masuk ke DPRD hanya beberapa bulan yang lalu, karena tanpa adanya putusan tentu idak ada dasar.

"Saat beliau sudah ditahan kita juga sudah meminta salinan putusannya, dan sudah kita terima dan sudah kita berikan kepada badan kehormatan ‎untuk ditelaah dan diputuskan," tutupnya.

Baca: Disdikbud Inhu Belum Terima Laporan Jumlah Penerimaan Siswa Baru

Perlu diketahui, Sesuai amar putusan kasasi, MA memvonis ‎Teddy Mirza Dal selama 1 tahun 6 bulan (1,5 tahun), ditambah denda Rp 1,5 miliar dalam perkara perambahan HPT Kaiti-Pauh di Dusun Kubu Pauh, Desa Lubuk Bilang, Kecamatan Rambah Samo.

Teddy didakwa membuka lahan di kawasan HPT Kaiti-Pauh seluas 50 hektar. Awal perkara ditangani pihak Polda Riau dan selanjutnya dilimpahkan ke Kejari Rohul.

Baca: FD Squad Akan Rayakan Ulang Tahun Kedua Oktober Nanti

Dalam putusannya, melalui surat Nomor 2096 K/ Pid.Sus/ LAH/ 2015 Tahun 2016, MA menolak kasasi atas perkara hukum diajukan Teddy Mirza Dal.

‎Sebelumnya, terkait kasus Teddy , seratusan Seratusan mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian (UPP) dan STKIP Rokaniah mengatasnamakan dari Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi (AMAK) Rohul, menggelar Aksi Di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Senin (11/12/2017).(*)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help