Padang

Lestarikan Ikan Bilih, Semen Padang Teken Kerjasama dengan UBH

PT Semen Padang menjalin kerjasama (MoU) dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bung Hatta (UBH

Lestarikan Ikan Bilih, Semen Padang Teken Kerjasama dengan UBH
ist
PT Semen Padang menjalin kerjasama (MoU) dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bung Hatta (UBH), untuk melestarikan ikan bilih 

Sebelum MoU ini dilakukan, Deni pun menyebut empat bulan lalu, Semen Padang bersama Fakultas Perikanan Universitas Bung Hatta yang diwakili oleh Hafrijal Syandri sebagai guru besar 'ikan bilih' di fakultas tersebut, sudah menganalisa ekosistem yang ada di Semen Padang.

Analisa itu dilakukan mulai dari pemeriksaan kadar air, ketinggian Taman Kehati Semen Padang dari permukaan laut, serta menebar 400 ekor ikan bilih. Dari analisa itu, diketahui bahwa alam Semen Padang tidak jauh berbeda dengan Singkarak.

"Bahkan dari 400 ekor ikan bilih yang disebar di sungai kawasan Kehati, ternyata sekitar 70 persen masih hidup. Sedangkan sisanya, mati karena dipengaruhui akibat resiko adaptasi," bebernya.

Baca: Ikan Invasif Asing Dilarang Peredarannya di Perairan Indonesia, Berbahaya!

Melalui MoU ini, Deni pun mengatakan bahwa kini Taman Kehati Semen Padang tinggal menunggu waktu kapan ikan bilih itu mulai bertelur dan menetas. Kalau proses pengembangbiakan itu terjadi, maka Taman Kehati sendiri untuk jangka selanjutnya, akan menyebarkan ikan bilih tersebut ke daerah yang punya kesamaan topografi dengan Semen Padang.

"Jika itu terjadi, maka ke depan ikan bilih tidak hanya ada di Singkarak, tapi juga ada di daerah lainnya. Itu target kita. Untuk saat ini, kami dengan LPPM Bung Hatta akan terus memantau bagaimana perkembangan ikan bilih ini," tuturnya.

Disamping melestarikan ikan bilih, kata Deni melanjutkan, bagi Semen Padang sendiri, khususnya di Taman Kehati, tentunya pelestarian ikan bilih jenis mictacoleucus padangensis ini juga dapat menambah spesies yang ada di kawasan Kehati.

Baca: Kades Jati Mulya Kabupaten Siak Diamankan Polisi Diduga Terlibat Korupsi ADD

Dan penambahan spesies ini, juga sejalan dengan rogram Proper Emas 2020. "Saat ini Semen Padang masih Proper Hijau. Mudah-mudahan melalui pelestarian ikan endemik ini, maka target Proper Emas 2020 dapat terwujud," katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Hafrijal Syandri. Guru besar Fakultas Perikanan Universitas Bung Hatta yang sudah meneliti ikan bilih lebih dari 30 tahun itu menyebut bahwa ikan bilih bisa bertahan di sungai yang ada di kawasan Taman Kehati Semen Padang ini, karena beberapa faktor.

Di antaranya, PH air berkisar antara 6,5 sampai 7,8 dan itu cocok untuk pengembangan ikan bilih. Kemudian, arus sungai dan oksigennya juga cukup. Artinya, secara fisik dan kualitas air di sungai ini hampir sama dengan Danau Singkarak.

Baca: Disdikbud Inhu Belum Terima Laporan Jumlah Penerimaan Siswa Baru

"PH air sungai Taman Kehati ini sama dengan Singkarak karena sumber airnya juga sama. Sebab, sebagian air yang mengalir ke Danau Singkarak itu berasal dari perbukitan yang sebagian airnya juga megalir ke Indarung ini," katanya.

Halaman
123
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help